Diteror SMS Gelap Tokoh PALI Bersatu

 495 total views,  2 views today

Para tokoh masyarakat PALI berfoto bersama seusai pertemuan.

Para tokoh masyarakat PALI berfoto bersama seusai pertemuan.

PALI | KS -Akhir-akhir ini di Kabupaten PALI muncul fenomena baru. Beberapa kali sering beredar SMS dari nomor tidak dikenal yang menyebarkan isu-isu tidak jelas. Mulai dari pembusukan terhadap individu tertentu, ancaman demo sampai fitnah yang seolah-olah oknum tertentu mengancam oknum lainnya.

Bahkan indikasi pelanggaran hukum yang melibatkan para tokoh itu, dijadikan bahan untuk menyebar fitnah, pembusukan bahkan untuk menjatuhkan. Parahnya, penyebar isu ini setelah menyebarkan SMS langsung menghilang. Begitu dihubungi nomor itu sudah tidak aktif.

Salah satu tokoh yang menjadi korban adalah Iskandar Anwar, mantan Ketua Pelaksana Harian Presidium PALI. Iskandar beberapa kali difitnah akan melakukan demo atau bahkan akan didemo. Bukan itu saja, Iskandar dituding melakukan pelanggaran hukum.

Fenomena ini menjadi perhatian beberapa tokoh.  Mulai dari mantan Ketua Pansus pembentukan Kabupaten PALI, Drs H Soemarjono, Mantan anggota presidium Zulyardi Sofjan SH MH,  Ketua LSM Jangkar Sutan Amiril, Mantan anggota Pansus PALI Edi Rahmadi dan beberapa tokoh lainnya seperti H Sahlan, Sukarni, Hayat, Nasir Pidin dan lain-lain.

Dalam pertemuan di kediaman H Sahlan di Jalan Bayangkara Kelurahan Pasar Bayangkara Kecamatan Talang Ubi PALI, para tokoh tersebut menyepakati untuk bersama-sama bersatu dan tidak terpancing isu. “Ini sangat memprihatinkan, bagaimanapun para tokoh masyarakat ini adalah motor pembentukan kabupaten PALI. Jangan sampai karena isu tidak jelas, timbul perpecahan” kata Zulyardi Sofjan SH MH.

Menurut Zulyardi, masih banyak yang perlu diperjuangkan untuk membangun kabupaten PALI ini. “Jangan sampai energi kita dihabiskan percuma. Kita manfaatkan untuk kepentingan PALI. Perjuangan kita belum selesai,” katanya.

Demikian pula disampaikan Drs H Soemarjono. Bagi tokoh yang sering di”tua”kan ini, seharusnya semangat perjuangan pemekaran PALI harus dihidupkan kembali. Untuk mengingatkan masyarakat, bahwa seluruh masyarakat ini dulunya bersatu untuk memekarkan PALI. “Jangan sampai setelah PALI terbentuk dan jadi kabupaten, kita malah berseteru. Bila ada yang terkait hukum, biarkan hukum yang memutuskan, jangan sampai dicampuri. Apalagi untuk menjelekkan,” tambah Soemajono.

“Suka atau tidak suka, mas Iskandar ini salah satu tokoh pendiri PALI. Teman seperjuangan kita semua. Wajib bagi kita untuk saling mengingatkan. Dan saling bantu. Persoalan hukum biarlah hukum yang melakukan penindakan. Kita sebagai masyarakat, orang-orang yang memikirkan kemajuan PALI. Ayolah, mari kita kembali bersatu,” tegas Soemarjono.

Sementara Hayat, yang juga hadir mengajak seluruh masyarakat agar menelusuri, siapa yang menjadi biang dan membuat isu tidak benar itu.  “Kami sering kaget oleh SMS yang tidak jelas itu. Bagi kami, siapapun yang berurusan dengan hukum, kami tidak ingin ikut campur,”  Jelasnya.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster