7 Jam Romi Herton Diperiksa KPK

 335 total views,  2 views today

Romi Herton

Wali Kota Palembang, H Romi Herton menjawab pertanyaan wartawan dari dalam kendaraan yang mengantarkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Romi, Jumat (8/11), diperiksa KPK kurang lebih 7 jam lamanya. Foto: net

JAKARTA, KS-Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK), terus mendalami ‘jejak’ mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar di Sumatera Selatan (Sumsel). SetelahBupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) yang diperiksa, Jumat (1/11) lalu.

Kemarin, giliran Wali Kota Palembang, H Romi Herton (RH) yang diminta datang ke kantor lembaga anti rasuah tersebut di Jalan HR Rasuna Said, Kav C-1, Jakarta, tersebut. Orang nomor satu di kota empek-empek itu, datang ke KPK sekitar pukul 09.40 WIB dengan dikawal oleh beberapa ajudannya.

Mengenakan kemeja putih, berlengan panjang dan bercelana hitam, Romi banyak menebar senyum kepada wartawan.  Juru bicara KPK, Johan Budi yang dihubungi Kabar Sumatera, membenarkan dilakukannya pemeriksaan terhadap Romi tersebut.  “Benar, tadi sekitar pukul 09.40 WIB, ia memenuhi panggilan KPK. Pemeriksaanya baru selesai pukul 16.30 WIB,” kata Johan Budi.

Selain Romi, KPK sebut Johan Budi juga memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ucok Hidayat dan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Johermansyah Johan. “Untuk Sekda Palembang, pemeriksaanya baru selesai sekitar pukul 18.30 WIB, tadi,” sebutnya.

Johan menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap orang nomor satu di Kota Palembang itu berkaitan dengan dugaan penyuapan terhadap mantan Ketua MK, Akil Mochtar.

Saat ini menurutnya, KPK masih mendalami dugaan kasus tindak pidana korupsi yang disangkakan pada tersangka AM, berkaitan dengan kewenangan dia sebagai hakim konstitusi, “Mereka kita panggil, untuk memberikan keterangan sebagai saksi untuk tersangka AM. Sampai saat ini, baik Wali Kota Palembang maupun Sekda Palembang statusnya masih sebagai saksi, hanya saja waktu pemeriksaanya yang berbeda,” tegasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Selasa (29/10), tim penyidik KPK menggeledah kediaman pribadi Wali Kota Palembang, Romi Herton di Jalan Jalan Ki Rangga Wirasantika, Palembang. Di tempat berbeda, KPK juga menggeledah kediaman dan kantor Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri.

Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah dokumen. Dari kediaman Romi Herton, KPK menyita tiga unit handphone (HP), surat keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri), SK Mahkamah Konstitusi (MK) dan sejumlah dokumen lainnya yang berkaitan dengan pemilukada. Selain itu, penyidik KPK juga menyita bukti transfer uang sebesar Rp500 juta dari Romi ke rekening istrinya, Hj Masyito di Bank Mandiri dengan nomor rekening 84350300056.

Keesokan harinya, Rabu (30/10), penyidik KPK  diam-diam memeriksa pejabat dilingkungan Pemerintah Kota (pemkot) Palembang di Markas Komando (Mako) Brimob Polda Sumsel, di Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang.

Ke empat pejabat dimaksud yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ucok Hidayat. Kemudian, Kepala Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan dan Pemakaman (DPJPP) Alex Fernandus, Kepala Dinas Tata Kota Isnaini serta Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Palembang, Diankis Julianto.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster