Kemendagri Telusuri Pemilih Tanpa NIK

dpt

PALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU), sudah menetapkan mata pilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan umum legislatif (pileg) 2014, sebanyak 186.612.255 pemilih.

Namun dari 186.612.255 pemilih di DPT tersebut, ada 10,4  juta pemilih tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) atau yang disebut pemilih invalid NIK.  KPU sendiri menurut Menter Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, sudah meminta bantuan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dimintakan NIK nya.

“KPU sudah menyerahkan 10,4 juta pemilih invalid NIK tersebut kepada kita untuk dimintakan NIK. Namanya kan sudah ada, tinggal kita carikan saja. Namun ini bukan berarti, kita memberikan NIK baru,” jelas Gamawan yang dibincangi usai pelantikan Gubernur-Wagub Sumsel periode 2013-2018, Alex Noerdin-Ishak Mekki di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Kamis (7/11).

Gamawan menerangkan, NIK tersebut berbeda dengan kartu tanda penduduk (KTP). Selama ini, banyak anggapan keliru kalau NIK sama dengan KTP. Padahal jelasnya, NIK diberikan kepada setiap warga negara sejak lahir.

Sehingga jelas Gamawan, bisa saja dari 10,4 juta pemilih invalid NIK tersebut justru sudah ada NIK nya. Kalau memang belum memiliki NIK, barulah sebutnya akan diberikan NIK. “Kita akan susuri database, untuk mencari NIK 10,4 juta pemilih invalid NIK ini. Dalam satu bulan, bisa selesai,” tegasnya.

Sementara itu di Palembang, komisioner KPU Kota Palembang Divisi Teknis Penyelenggara, Humas, Data dan Informasi, Abdul Karim Nasution menyebut, ada 5.150 pemilih di DPT Kota Palembang yang tidak memiliki NIK.

Namun KPU sebutnya, sudah berupaya maksimal untuk melakukan penyisiran data DPT pemilu di wilayah Kota Palembang. “Jika hasilnya, dinilai sejumlah pihak masih belum seperti yang diinginkan, kita tidak bisa berbuat banyak. Kita  hanya mengikuti, apa pun putusan KPU RI nantinya, “kata Karim ketika dibincangi di ruang kerjanya, kemarin.

KPU sebutnya, sudah melalukan penyisiran terhadap data DPT agar tidak ada mata pilih ganda atau mata pilih siluman termasuk meminimalisir terjadinya pemilih invalid NIK. Dari penyisiran itu, ditemukan 5.150 mata pilih tanpa NIK.

Umumnya mata pilih tanpa NIK ini, berada di tempat pemungutan suara (TPS) khusus. Yakni TPS yang berada di lembaga pemasyarkatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (rutan). Di delapan TPS yang ada empat di rutan dan lapas di Palembang tersebut, ada 3.034 mata pilih tanpa NIK. Sisanya tersebar di kecamatan lainnya di Kota Palembang.

“Namun kita yakin, pemilih invalid NIK di Palembang ini tidak bisa menjadi pemilih siluman. Karena data mereka tercatat, hanya saja dalam sistem administrasi tahanan di rutan dan lapas tidak dicantumkan NIK,” bebernya.

Sebenarnya, KPU Palembang jelasnya akan menyisir kembali pemilih invalid NIK ini. Namun mereka terkendala waktu,  karena KPU RI sudah mendeadline kita untuk menetapkan DPT tersebut.

KPU Kota Palembang sambungnya, bahkan sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei, terhadap sample pemilih invalid NIK ini, bersama-sama perwakilan KPU RI.

“Sabtu  (2/11), kita bersama komisioner KPU RI sudah mengunjungi empat TPS di dua lapas yakni Lapas Anak dan Lapas dewasa, di Lorok Pakjo, Palembang untuk melakukan survei terhadap pemilih invalid NIK yang ditemukan disana,” tukasnya.

Teks     : Imam Mahfudz Ali
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com