1,5 % Penduduk Sumsel Pecandu Narkoba

 201 total views,  2 views today

ilustrasi (foto: Thinkstock)

ilustrasi (foto: Thinkstock)

PALEMBANG | KS-Angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Selatan (Sumsel), kian mengkuatirkan. Setiap tahunnya, terus bertambah. Di Bumi Sriwijaya ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel menyebut, dari 7,2 juta penduduk Sumsel, 1,5 persennya adalah pecandu narkotika.

Artinya kata Kepala BNN Sumsel, Brigjen Pol Bontor Hutapea, ada sekitar 83 ribu hingga 100 ribu penduduk Sumsel, yang menjadi pecandu narkoba. “Sementara di Indonesia, pecandu narkoba mencapai 2,56 persen dari total jumlah penduduk,” jelas Bontor ketika dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (7/11).

Karenanya sosialisasi bahaya narkoba, terus digencarkan BNN. Begitu juga dengan pemberantasan narkoba. Di Indonesia bebernya, pada 2015 mendatang ditargetkan akan bebas dari narkoba.

“Kami optimis target itu, bisa terpenuhi setidaknya di Sumsel. Kejahatan itu, memang tidak akan pernah hilang di muka bumi, apalagi menyangkut narkoba.Tapi, bukan berarti hal ini membuat kendor, malah BNN lebih maksimal dalam menekan penyalahgunaan barang haram tersebut,” ucapnya.

Ia menjelaskan target Indonesia bebas narkoba pada 2015,  dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk mengakomodir kesepakatan negara-negara di kawasan ASEAN, yang secara bertekad memerangi narkoba.

“Tak hanya Indonesia, negara-negara di ASEAN juga telah sepakat untuk memerangi peredaran narkoba. Kesepakatan ini muncul, karena lalu lintas perdagangan narkoba saat ini saling berkaitan, seperti Malaysia dengan Indonesia, Indonesia dengan Vietnam, dan lainnya,” ujarnya.

Untuk memerangi peredaran narkoba itu sambungnya, BNN bekerja sama dengan berbagai pihak baik itu institusi pendidikan, pemerintah, swasta dan komunitas lainnya dalam mensosialisasikan berbagai program.

“Selama ini masyarakat, mungkin mengetahui kalau BNN itu hanya menangkap para pecandu narkoba saja, melalui razia atau tes urine. Itu tidak salah, namun sekarang kita sudah berubah. Kita tidak hanya memberantas tetapi juga melakukan pencegahan dan rehabilitasi,” ucapnya.

Sebelumnya Bontor juga menyebut penyalahgunaan narkoba paling rentan terjadi dikalangan remaja. “Kalangan remaja, khususnya pelajar adalah kalangan yang paling rentan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Sebab secara psikologis, masa remaja adalah masa yang labil karena saat ini masih mencari identitas,” kata Bontor.

Hasil penelitian BNN Sumsel pada 2012 sambungnya, menunjukkan 22 persen dari pengguna narkoba di Sumsel adalah kalangan pelajar. Dari 22 persen itu, setengahnya adalah pelajar SMA.

Teks     : Ridiansyah

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster