Suku Bunga Kredit Saling Berpacu

anggaran

Ilustrasi

PALEMBANG | KS-Sampai Agustus 2013, perbankan hanya sanggup menaikkan dana pihak ketiga (DPK) sebanyak 0,85 persen. Kini, suku bunga yang diberlakukan bank saling berpacu. Alhasil, perang suku bunga sektor kredit antar bank pun terjadi di kota ini.

Sudarta, Peneliti Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VII kepada Harian Umum Kabar Sumatera Rabu (6/11) menyampaikan, kondisi saling berpacunya suku bunga kredit itu jelas menjadi warning dari BI. Karena, ika DPK terus mengalami penurunan, tentu memengaruhi tingkat kesehatan perbankan.

Menengok ke situ, kata Sudarta, perbankan berlomba-lomba  untuk meningkatkan pertumbuhan DPK.

“Bank berlomba-lomba memberikan rate suku bunga kredit yang tinggi demi memancing nasabah dana,” tutur Sudarta.

Dengan begitu, kondisi rate suku bunga yang melambung dapat memicu migrasi dana besar-besaran antar bank. Sehingga bisa saja menimbulkan persaingan yang tidak sehat antara bank.

“Bank yang memberikan margin keuntungan yang besar tentu akan diburu. Kita lihat sekarang ini untuk tabungan saja sudah ada bank yang berani memberikan keuntungan tinggi demi mendapatkan dana yang besar,” ungkapnya.

Selain adanya persangan bank dalam hal memberikan rate yang tinggi Dampak dari rendahnya pertumbuhan DPK mengakibatkan  rasio penyaluran kredit terhadap DPK atau LDR perbankan di Sumsel tergolong tinggi atau mencapai angka 122,23 persen,

Di mana menurutnya Penyaluran kredit di Sumsel pada kuartal III tumbuh 16,34 persen (year on year) untuk berbagai sektor ekonomi (pertanian, pertambangan, perindustrian, kontruksi, perdagangan, pengangkutan, keuangan dan jasa).

Pertumbuhan kredit untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah sebanyak 17,14 persen pada April 2013 dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Namun, menurut Sudarta, penyaluran kredit itu harus diimbangi dengan penghimpunan DPK agar perbankan memiliki dana untuk mencapai target penyaluran kredit sebesar 20 persen yang ditetapkan BI.

“Pelemahan ekonomi dalam dua tahun terakhir membuat masyarakat menarik simpanan dan memanfaatkannya untuk modal kerja,” katanya.

TEKS:JADID ULUL ALBAB

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com