SDN 117 Gunakan Metode PAIKEM

 218 total views,  2 views today

Toman Siregar,S.Pd Kepala Sekolah (Kepsek) di SDN 117

Toman Siregar,S.Pd Kepala Sekolah (Kepsek) di SDN 117

PALEMBANG | KS-Sekolah Dasar (SD) Negeri 117, beralamat di Jl. Enim Raya, Kel. Sialang Palembang, tidak main-main untuk mencetak anak murid yang mempunyai kualitas nomor wahid dalam hal pendidikan.

Toman Siregar,S.Pd Kepala Sekolah (Kepsek) di SDN 117, saat dibincangi Kabar Sumatera (06/11) kemarin mengatakan, untuk menciptakan keperibadian berkarakter terebut harus memalui proses pembelajaran.

“Penanaman nilai-nilai pendidikan tersebut melalui proses pembelajaran, agar pelajaran mudah dicerna dan tidak membuat anak merasa bosan, dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kami menggunakan metode PAIKEM (Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan),” tutur ibu yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 206 Palembang.

Ia menilai sebelum membentuk kepribadian anak yang berkualitas, terlebih dahulu para guru harus mempunyai kualitas, karena menurut toman, guru sebagai contoh bagi anak murid.

“Rutin sebulan sekali saya sering mengajak para guru untuk berdiskusi, berbagi wawasan ilmu pengetahuan, dan mengevaluasi kendala-kendala yang terjadi saat proses pembelajaran, kemudian mencari solusinya, hal tersebut guna meningkatkan kualitas guru sebagai tauladan bagi anak-anak” ujarnya.

Ia menerangkan sekilas mengenai metode PAIKEM yang digunakan para guru dalam proses pembelajaran,  ia mencontohkan, dalam pelajaran matematika yang biasanya anak murid sedikit kesusahan, pihaknya sebisa mungkin mengemas pelajaran agar lebih mudah dipahami para murid.

“Pihak guru dituntun lebih kreatif, misalnya memotivasi anak murid dengan cerita yang mengandung semangat untuk mempelajari matematika, terlebih guru terbiasa mengelaborasi seni dalam pelajaran, membuat lirik dan syair dalam lagu yang berkaitan dengan pelajaran, agar anak murid dapat dengan mudah menerima pelajaran dan mereka tidak bosan, al-hasil kita pernah mendapat juara dalam ajang matematika, kan jika seni dan pelajaran disatukan otak kiri dan kanan akan seimbang” papar ibu paruh baya tersebut.

Teks : Ridiansyah

Ed : Romi Maradona





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster