Masyarakat Sanksi kan Janji Caleg

 230 total views,  2 views today

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS -Hujan rintik-rintik , menyirami Palembang, Rabu (6/11). Walau pun begitu, Herpan Ependi (40), tak peduli. Ia masih dengan santainya menunggu penumpang, di dalam becak yang selama ini menjadi alat baginya untuk menghidupi keluarganya.

Sementara tak jauh dari tempatnya memarkirkan becak, yang sejak puluhan tahun terakhir tempat ia dan keluarganya menyandarkan hidup terpasang sejumlah spanduk milik salah seorang calon anggota legislatif (caleg).

Diatap becaknya pun, lambang salah satu partai besar terpampang jelas. Namun warga Jalan Dr Sutomo, Rt. 05 Rw. 08, Palembang ini, menyebut ia bukan anggota atau pun kader dari partai tersebut.

Herpan pun, tak kenal dengan caleg yang atribut sosialisasinya terpasang tak jauh dari tempatnya biasa mangkal menunggu penumpang di kawasan Kambang Iwak, Palembang. “Dak kenal aku, mak mano nak kenal. Ketemu bae, lagi idak pernah,” ucapnya acuh tak acuh.

Herpan pun tak percaya, dengan janji-janji yang ditawarkan caleg tersebut seperti yang tertulis di atribut sosialisasi yang terpasang. “Itu kan janji dio bae, biaso kalo nak pemilu cak ini banyak nian yang janji. Tetapi pas jadi, lupo galo,” kata Herpan.

Namun ia tetap berharap, mereka yang nantinya disebut wakil rakyat tersebut tidak melupakan janjinya saat pemilu. Tetapi ia ragu, apakah ada caleg seperti itu. “Kalo aku dewek, kurang pecayo dengan janji caleg. Biasonya banyak yang mudike, tetapi kalo ado syukurlah. Kami wong kecik nik, cuma pacak berharap bae,” ungkapnya.

Tak hanya Herpan, Holil Arman (41), warga Jalan Prof Zainal Abidin Fikri, Lr PMD, Rt 01 Rw 02, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning juga mempunyai harapan yang sama. Holil yang biasa menarik becak dan mangkal di depan kampus IAIN Raden Fatah ini, walau tak percaya dengan janji yang disampaikan oleh caleg tetap ingin ada caleg yang benar-benar ‘melayani’ masyarakat.

“Tetapi rasonyo, sulit cari cak itu. Mano ado mak ini, anggota dewan yang galak ngelayani wong kecik. Kalo pas kampanye, yo ado. Tetapi kalo sudah jadi, jangan nak diharapke,” ucapnya.

Sedangkan Emalia Utami (22), mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang berharap pada pemilu 2014 mendatang, masyarakat jangan mudah terpesona dengan rayuan caleg. Mahasiswa yang duduk di semester V ini menyebut, sebelum memilih sebaiknya kenali dulu caleg yang akan dipilih tersebut. “Harusnya sebelum memilih, kita kenali dulu siapa calegnya. Sehingga kita benar-benar tahu, wakil yang akan kita pilih,” ungkap gadis berjilbab ini.

Teks     : Aminuddin
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster