Guru Agama Tampar Siswi SMP

 229 total views,  2 views today

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS  – Sungguh tidak patut dicontoh apa yang dilakukan oknum guru agama di sekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 35, Jalan Silaberanti, Palembang.

Sang guru menampar anak didiknya yang bernama Liliani (13), korban ditampar  dibagian pipi kirinya pada saat jam pelajaran berlangsung tanpa alasan jelas.

Tidak menerima anaknya telah ditampar, ibu korban, Rosdiana (38) melaporkan kejadian tersebut ke Unit Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolresta.

“Tanpa banyak bicara guru mata pelajaran agama Islam itu menampar pipi anak saya. Sebagai orang tua saya merasa kesal dan ingin oknum guru tersebut diadili sesuai dengan hukum yang berlakun,” tuntut Rosdiana.

Diceritakan Rosdiana, ia mengetahui kejadian tersebut, setelah anaknya menceritakan aksi kekerasan yang diakukan oleh sang guru. “Anak saya masih kecil baru duduk di bangku SMP kenapa mengajarkan anak dengan cara kekerasan seperti itu. Dia bilang tidak tahu kenapa guru itu tanpa bicara langsung menampar muka anak saya Liliani,” ujar Rosdiana kepada petugas kepolisian unit SPKT Mapolresta Palembang.

Dilanjutkannya kejadiannya pada jam pelajaran berlangsung pada hari Sabtu, (2/11) pukul 11.15 WIB. Dia sengaja ingin menunggu apakah ada niat baik dari terlapor Jaihan 42, (guru agama islam di SMP N 35) kepada keluargannya.

“Awalnya kami ada niat baik untuk menunggu apakah guru itu mau minta maaf kepada anak saya atau kepada kami pihak keluarga. Karena saya berpikir anak saya juga masih sekolah disana. Tetapi semua kejadian itu dianggap biasa saja tidak ada respon dari sekolah atau pun guru itu,” ungkapnya dengan nada kesal.

Menurut warga Jalan Banten 6, Gang Burung Darah, RT 54, RW 02, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini, dia tidak senang anak kesayangannya perlakukan seperti  itu. Sebagai orang tua Rosdiana mengaku tidak pernah berbuat kasar kepada anaknya.

Saat dibincangi, korban Liliani siswi SMP N 35, mengatakan, juga tidak tahu sebab gurunya langsung mendaratkan pukulan ke pipi kirinya. Dia merasa tidak ribut atapun membuat ulah di dalam sekolah.

“Saya tidak tahu tiba-tiba ditampar ibu guru. Katanya saya ribut, padahal saya dikelas tidak ribut, saya hanya membahas pelajaran bersama teman sebangku saya,” tuturnya.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabarudin Ginting melalui Kasat Reskrim, Kompol Djoko Djulianto Membenarkan adanya laporan tersebut.”Keterangan korban sudah kita mintai dan selanjutnya kasus ini akan terus ditangani,” pungkasnya.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster