Bersedekah di Jalan Akan Didenda

 231 total views,  2 views today

Setelah di sahkan Perda tentang Anak jalanan oleh DPRD Kota Palembang, kemarin.Siapapun yang memberikan uang kepada anjal akan dikenakan Sanksi dalam bentuk Uang. foto ; Bagus kurniawan

Setelah di sahkan Perda tentang Anak jalanan oleh DPRD Kota Palembang, kemarin.Siapapun yang memberikan uang kepada anjal akan dikenakan Sanksi dalam bentuk Uang. foto ; Bagus kurniawan

PALEMBANG, KS-Kota Palembang, kini memiliki peraturan daerah (perda) tentang anak jalanan (anjal). Perda ini, Rabu (6/11) disahkan oleh DPRD Kota Palembang. Dengan adanya perda tersebut, jumlah anjal di metropolis akan berkurang.

Sebab dalam perda tersebut menurut Wakil Wali Kota (wawako) Palembang, Harnojoyo, ada sanksi yang disiapkan bagi siapapun yang memberikan uang kepada anjal di jalanan. Sanksinya, dalam bentuk denda uang.

Namun berapa nilainya, Harnojoyo mengaku belum ditentukan. “Siapapun masyarakat, yang memberikan uang kepada anjal di jalan akan diberikan sanksi denda. Berapa besarannya, akan ditetapkan lebih lanjut,” kata politisi Partai Demokrat ini ketika dibincangi, kemarin.

Ia yakin, dengan cara begitu maka tidak akan ada anjal yang berkeliaran di jalan. Sebab keberadaan anjal di jalan, untuk meminta-minta. Jika tidak ada lagi, orang yang memberikan sedekah maka otomatis sebutnya, anjal pun akan menghilang dengan sendirinya.

“Pemkot tidak menghalangi masyarakat, untuk bersedekah. Namun demi menjaga keamanan dan ketertiban, sebaiknya warga tidak memberikan sedekah itu di jalan. Berikan saja ke panti asuhan atau tempat lainnya,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Palembang, Ahmad Novan mengatakan, dewan sangat mendukung adanya perda tersebut. Karena menurutnya, dengan adanya sanksi denda untuk masyarakat yang memberikan sedekah di jalan maka keberadaan anjal otomatis akan menghilang.

Disinggung berapa besar denda yang akan diberikan kepada pemberi, Novan menjawab, belum bisa menyebutkan besaran denda tersebut. “Perda anjal ini telah kita sahkan, kemudian untuk langkah selanjutnya akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumsel untuk di koreksi, baru setelah itu perda ini bisa berjalan,”ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Faizal AR berharap dengan diberlakukannya perda tersebut maka bisa mengurangi jumlah anjal di Kota Palembang. Ia juga berharap, adanya perda tersebut maka tidak ada lagi masyarakat yang memberikan sedekah di jalanan baik kepada anjal, gepeng maupun pengemis.

“Sebenarnya tidak ada larangan untuk memberi atau bersedakah, bahkan itu diwajibkan. Namun, untuk menghindari maraknya anjal di jalanan, ada larangan untuk memberikan sedekah di jalan dalam perda ini,” imbuhnya.

Faizal menyarankan, jika masyarakat ingin bersedekah sebaiknya diberikan di tempat-tempat resmi, misalnya panti asuhan, panti jompo, masjid dan tempat-tempat lainnya.  “Jika kita memberi anjal, maka secara otomatis kita membuat mereka malas untuk bekerja, hal tersebut jangan sampai terjadi,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster