Pendidikan, ‘Lahan Basah’ Koruptor

 327 total views,  2 views today

Ilustrasi.

Ilustrasi.

PALEMBANG | KS-Sebagaimana dilansir dari beberapa media nasional Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Siti Juliantari menyatakan, hasil pemantauan selama satu dekade, ICW menyimpulkan bahwa, dana pendidikan kerap menjadi bancakan para koruptor. Korupsi terjadi mulai dari institusi paling dasar, seperti SD, hingga perguruan tinggi
“Yang menjadi sasaran paling empuk untuk dikorupsi adalah DAK (Dana Alokasi Khusus) dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), “ujar Siti di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan tersebut pada 2012, terungkap 296 kasus korupsi pendidikan dengan indikasi kerugian negara sebesar Rp 619 miliar. Jumlah tersangka sebanyak 497 orang. Di antara kasus korupsi tersebut, penggelapan dan penggelembungan anggaran menjadi modus korupsi yang sering dilakukan.

“Penggelapan (dana pendidikan) mencetak skor 106 kasus dengan kerugian negara Rp 248,5 miliar,” bebernya.

Ia mengatakan selama sepuluh tahun, kerugian negara meningkat. Setiap tahun negara dirugikan Rp 53,5 miliar akibat korupsi dana pendidikan. “Dinas pendidikan menjadi juara karena paling banyak melakukan korupsi,” jelasnya.

Pengamat Pendidikan Sumatera Selatan Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M.Ed. terkait temuan dari ICW ini mengatakan, pemerintah harus melakukan kontrol terhadap anggaran pendidikan, melalui sitem yang baik dan orang-orang yang baik.

“Pemerintah baik pusat, daerah, maupun yang terkait, harus membuat sistem yang baik, dengan menempatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik pula, dan mempersempit ruang gerak oknum pendidikan untuk melakukan praktek korupsi,” kata Abdullah Idi ketika dibincangi kemarin (05/11).

Ia tidak menafikan, praktek korupsi oknum pendidikan semakin hari semakin marak menyusul anggaran pendidikan yang fantastis. “Saya menyimak hal demikian, seperti yang dimuat di media masa, baik cetak, televisi, maupun radio, dan itu tidak bisa kita pungkiri, hal tersebut sangat disayangkan, karena tak pantas dilakukan oleh insan pendidikan,” terangnya.

Disisi lain, ia menyampaikan, martabat suatu bangsa terletak pada pendidikan yang berkualtias. “Pendidikan yang berkualitas akan menunjang martabat bangsa di mata dunia, hendaknya kesadaran seperti ini tertanam bagi praktisi pendidikan, bukan malah melakukan hal yang merendahkan bangsa,” ucap Prof Idi yang juga merupakan Direktur Program Pasca Sarjana (PPs) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang.

Disdik Bantah Pendidikan Jadi Lahan Empuk Koruptor

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan Drs Widodo MPd berkilah, dana pendidikan yang digelontorkan pemerintah mencapai ratusan triliun dijadikan sasaran empuk koruptor.

“Siapa yang melakukan korupsi?, yang mana?, harus dibuktikan dulu, jangan dipukul rata mengenai hal tersebut, nanti publik menanggapinya yang tidak-tidak, memang benar banyak lembaga pendidikan yang ada di Sumsel, kalau pun ada yang aneh-aneh, mungkin segelintir, jangan jadikan hal tersebut isu yang tidak jelas” kata Widodo ketika dihubungi kemarin (05/11).

Widodo berujar, Disdik tidak akan mentolerasnsi jikalau lembaga pendidikan dibawah naungannya melakukan praktek korupsi. “Jika terbukti, hal itu tidak bisa ditolelir, dan akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Mengah Atas (SMA) 12 Palembang Hj. Norma, menepis temuan penelitian ICW tersebut. Norma berangapan, peran sekolah dalam penyaluran dana yang diberikan pemerintah telah sesuai prosedur yang berlaku.

“Hal itu keliru, kami sebagai kepala sekolah tidak akan mungkin menyelewengkan dana yang diberikan untuk para siswa, karena tugas kami memberikan pelayanan pendidikan dengan baik, bukan malah memanfaatkan kesempatan yang ada, bicara hal demikian, saya agak ngeri, sejauh ini sekolah kami bisa dipastikan bersih, takut nanti saya beri komentar, ada apa-apa nantinya,” ungkap Norma.

Teks : Ridiansyah

Ed : Romi Maradona





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster