Kios Pasar Banyak Kosong dan Semrawut

 314 total views,  4 views today

Ilst. Pasar Traditional

Ilst. Pasar Traditional

PAGARALAM, KS—Selain terlihat semrawut, kondisi Pasar Induk Sub Agrobisnis Nendagung, Kota Pagaralam, yang  memiliki sejumlah fasilitas los pasar ataupun kios, hingga kini banyak tidak dihuni alias kosong.

Sementara pihak terkait, tampaknya belum mengambil tindakan tegas dalam mengatasi persoalan ini. Sedangkan para pedagang Kaki Lima (PKL) masih berjualan di badan jalan, termasuk pula aktivitas bongkar muat sayuran tidak pada tempatnya.

Pantauan di lapangan, Selasa (5/11), tidak hanya kios banyak yang belum ditempati pedagang, los-los untuk menampung ratusan lapak pedagang, sepertinya masih enggan ditempati pedagang kaki lima (PKL).

Alhasil, kondisi ini seakan-akan memberi kesan bahwa  fasilitas yang dibangun Pemerintah Kota Pagaralam terkesan tidak memberikan manfaat sejak beberapa tahun terkahir.

Agus (40), warga Pagaralam mengatakan, sejauh ini bangunan yang ada cukup lumayan bagus dengan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Namun, sejauh inu kondisinya tergolong kurang perhatian dari pemerintah setempat lantaran tidak bersinerginya pihak terkait dalam melakukan penataan.

“Hingga kini kondisinya belum juga tertata dengan baik. Banyak los ataupun kios yang kosong. Bisa dikatakan belum memberikan kontribusi yang berarti. Sementara anggaran terlanjur banyak dihabiskan untuk membangun fasilitas pedagang,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disprindagkop UKM dan PP), Kota Pagaralam Drs. Ahmadi Damrah MM, didampingi Kepala UPTD Pasar Nendagung Yahudin, dan stafnya Riko serta Marwan mengatakan, kondisi Pasar Terminal saat ini memang perlu dibenahi dan masih banyak los pasar yang belum ditempati pedagang.

“Sebetulnya, persoalan pasar ini  dipicu beberapa faktor, seperti pedagang lebih memilih berjualan di luar los, padahal di dalam sudah tersedia lapaknya. Selain itu, kita juga meminta pihak terkait (Dishubkominfo, red) agar dapat menertibkan aktivitas bongkar muat sayur di pintu masuk terminal, persisnya di pos TPR,” terangnya.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah memfasilitasi agen sayur untuk menempati kios di Pasar Besemah di bagian lantai bawah agar suasana pasar dapat berangsur ramai di pasar Terminal ini.

“Jika akses transportasi seperti angkutan kota diarahkan masuk ke terminal, dapat dipastikan pembeli akan ramai. Termasuk pula dengan aparat Sat Pol PP agar dapat peran aktif melakukan penertiban terhadap PKL yang membandel,” ujarnya.

Teks: Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster