Dikhawatirkan Ada Pemilih Siluman

 141 total views,  2 views today

pilkada

PALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 mendatang. Dalam DPT tersebut, jumlah mata pilih tercatat 1.125.249 jiwa.

Namun walau sudah ditetapkan dan direvisi, tetap saja DPT tersebut masih bermasalah. KPU Kota Palembang mencatat masih ada pemilih di metropolis yang tercantum dalam DPT, tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) atau pemilih invalid NIK.  Ini di khawatirkan berbagai pihak, menjadi pemilih siluman (fiktif) sehingga dimanfaatkan bagi kepentingan manipulatif khususnya oleh pihak penguasa.

Komisioner KPU Kota Palembang Divisi Teknis Penyelenggara, Humas, Data dan Informasi, Abdul Karim Nasution , tidak membantah itu. Ia menyebut, ada 5.150 pemilih di DPT yang tidak memiliki NIK atau pemilih invalid NIK.

Namun KPU sebutnya, sudah berupaya maksimal untuk melakukan penyisiran data DPT pemilu di wilayah Kota Palembang. “Jika hasilnya, dinilai sejumlah pihak masih belum seperti yang diinginkan, kita tidak bisa berbuat banyak. Kita  hanya mengikuti, apa pun putusan KPU RI nantinya, “kata Karim ketika dibincangi di ruang kerjanya, kemarin.

KPU sebutnya, sudah melalukan penyisiran terhadap data DPT agar tidak ada mata pilih ganda atau mata pilih siluman termasuk meminimalisir terjadinya pemilih invalid NIK. Dari penyisiran itu, ditemukan 5.150 mata pilih tanpa NIK.

Umumnya mata pilih tanpa NIK ini, berada di tempat pemungutan suara (TPS) khusus. Yakni TPS yang berada di lembaga pemasyarkatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (rutan). Di delapan TPS yang ada empat di rutan dan lapas di Palembang tersebut, ada 3.034 mata pilih tanpa NIK. Sisanya tersebar di kecamatan lainnya di Kota Palembang.

“Namun kita yakin, pemilih invalid NIK di Palembang ini tidak bisa menjadi pemilih siluman. Karena data mereka tercatat, hanya saja dalam sistem administrasi tahanan di rutan dan lapas tidak dicantumkan NIK,” bebernya.

Sebenarnya, KPU Palembang jelasnya akan menyisir kembali pemilih invalid NIK ini. Namun mereka terkendala waktu,  karena KPU RI sudah mendeadline kita untuk menetapkan DPT tersebut.

KPU Kota Palembang sambungnya, bahkan sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei, terhadap sample pemilih invalid NIK ini, bersama-sama perwakilan KPU RI.

“Sabtu  (2/11), kita bersama komisioner KPU RI sudah mengunjungi empat TPS di dua lapas yakni Lapas Anak dan Lapas dewasa, di Lorok Pakjo, Palembang untuk melakukan survei terhadap pemilih invalid NIK yang ditemukan disana,” bebernya.

“Jika ditelusuri, sebenarnya angka (pemilih invalid) ini, bisa saja di minimalisir bahkan hingga 100 persen. Tapi kita terkendala deadline kerja, jika penetapan (DPT) ini terus molor, tentunya berpengaruh pada proses pengadaan logistik pemilu, khususnya pencetakan surat suara dan kartu pemilih,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster