PNS Masih Jadi Profesi Favorit

 284 total views,  2 views today

Peserta CPNS

Peserta CPNS

PALEMBANG, KS-Dengan tangan yang sedikit gemetar, Subakti duduk di jok mobil yang terparkir di halaman SMA Negeri 1 Palembang, Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang, Minggu (3/11). Wajahnya pucat pasi, matanya juga terlihat lesu.

Tangannya yang gemetaran memegang lembaran soal, Walau pun begitu, Subakti tetap berusaha menyelesaikan soal yang ada ditangannya satu persatu. Ia mendapatkan ‘keistimewaan’, untuk menyelesaikan soal di dalam ruangan seperti peserta lainnya karena nyaris pingsan saat mengikuti tes. “Saya sebenarnya, dalam keadaan sakit. Namun tetap harus mengikuti seleksi ini,” katanya dengan pelan.

Subakti, adalah salah satu peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari jalur honorer katagori dua (K2) di Kota Palembang. Selain Subakti, ada ribuan honorer K2 yang mengikuti seleksi CPNS tersebut.

Di Palembang menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang, Kurniawan, ada 1.574 honorer honorer K2 yang mengikuti seleksi akan memperebutkan 450 kursi. Umumnya peserta di dominasi oleh tenaga pengajar dan tenaga kesehatan.

“Jadi mereka, belum tentu lulus semua. Di Palembang, seleksi CPNS digelar di tiga sekolah yakni SMAN 1, SMAN 10 dan SMPN 18,”ungkap Kurniawan yang dibincangi saat meninjau pelaksanaan seleksi CPNS di SMAN 1, Palembang .

Sementar untuk keseluruhan di Sumsel, dari jalur honorer ada 14.340 peserta. Rinciannya sebanyak 186 peserta di Pemprov Sumsel, Muba 1.550 peserta, OKU 936 peserta dan Muaraenim 972 peserta.

“Kemudian di Lahat sebanyak 1.010 peserta, Mura 1.303 peserta, OKI 1.658 peserta, Banyuasin 1.296 peserta, OKU Timur 1.155 peserta, Ogan Ilir 704 peserta, OKU Selatan 718 peserta, Empat Lawang 610 peserta, Palembang.1.574 peserta, Pagaralam 113 peserta, Lubuk Linggau 322 peserta dan Prabumulih sebanyak 233 peserta,” jelas Kepala BKD Sumsel, Muzakir.

Untuk jalur umum, kondisinya juga sama. Ada puluhan ribu peserta, yang mengikutinya. Diantaranya di  Ogan Ilir (OI) sebanyak 3.896 peserta,  Pagaralam  5.972 peserta, OKU 3.915 peserta dan OKI 10.356 peserta.

Banyaknya jumlah peserta seleksi CPNS ini menurut pengamat Pengamat sosial dan politik IAIN Raden Fatah Palembang, Drs. Wijaya, Mc, Msi, menunjukkan kalau PNS masih menjadi profesi favorit bagi masyarakat.

“Ini sangat disayangkan. Harusnya mereka berpikir menjadi entrepreneur, terutama yang menyandang gelar sarjana,” kritik Wijaya saat menjadi pembicara dalam seminar entrepreneur di IAIN Raden Fatah, Palembang.

Pendapat yang sama disampaikan pengamat ekonomi dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Didik Susetyo beberapa waktu lalu. Ia menyebut, PNS masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk bekerja.

Ia tak menyalahkan itu, karena menurutnya saat ini di Sumsel belum ada sektor pekerjaan lain yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Umumnya kata dia, saat ini di Sumsel hanya terjadi perluasan bukan penambahan lapangan kerja. Hal ini sarannya, harus juga menjadi perhatian pemerintah

“Di Sumsel kalau dilihat, belum ada yang bertambah masih sebatas perluasan. Padahal masih banyak industri hilir yang perlu dikembangkan, ini seharusnya menjadi tugas pemerintah,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi

PALEMBANG, KS-Dengan tangan yang sedikit gemetar, Subakti duduk di jok mobil yang terparkir di halaman SMA Negeri 1 Palembang, Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang, Minggu (3/11). Wajahnya pucat pasi, matanya juga terlihat lesu.

Tangannya yang gemetaran memegang lembaran soal, Walau pun begitu, Subakti tetap berusaha menyelesaikan soal yang ada ditangannya satu persatu. Ia mendapatkan ‘keistimewaan’, untuk menyelesaikan soal di dalam ruangan seperti peserta lainnya karena nyaris pingsan saat mengikuti tes. “Saya sebenarnya, dalam keadaan sakit. Namun tetap harus mengikuti seleksi ini,” katanya dengan pelan.

Subakti, adalah salah satu peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari jalur honorer katagori dua (K2) di Kota Palembang. Selain Subakti, ada ribuan honorer K2 yang mengikuti seleksi CPNS tersebut.

Di Palembang menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang, Kurniawan, ada 1.574 honorer honorer K2 yang mengikuti seleksi akan memperebutkan 450 kursi. Umumnya peserta di dominasi oleh tenaga pengajar dan tenaga kesehatan.

“Jadi mereka, belum tentu lulus semua. Di Palembang, seleksi CPNS digelar di tiga sekolah yakni SMAN 1, SMAN 10 dan SMPN 18,”ungkap Kurniawan yang dibincangi saat meninjau pelaksanaan seleksi CPNS di SMAN 1, Palembang .

Sementar untuk keseluruhan di Sumsel, dari jalur honorer ada 14.340 peserta. Rinciannya sebanyak 186 peserta di Pemprov Sumsel, Muba 1.550 peserta, OKU 936 peserta dan Muaraenim 972 peserta.

“Kemudian di Lahat sebanyak 1.010 peserta, Mura 1.303 peserta, OKI 1.658 peserta, Banyuasin 1.296 peserta, OKU Timur 1.155 peserta, Ogan Ilir 704 peserta, OKU Selatan 718 peserta, Empat Lawang 610 peserta, Palembang.1.574 peserta, Pagaralam 113 peserta, Lubuk Linggau 322 peserta dan Prabumulih sebanyak 233 peserta,” jelas Kepala BKD Sumsel, Muzakir.

Untuk jalur umum, kondisinya juga sama. Ada puluhan ribu peserta, yang mengikutinya. Diantaranya di  Ogan Ilir (OI) sebanyak 3.896 peserta,  Pagaralam  5.972 peserta, OKU 3.915 peserta dan OKI 10.356 peserta.

Banyaknya jumlah peserta seleksi CPNS ini menurut pengamat Pengamat sosial dan politik IAIN Raden Fatah Palembang, Drs. Wijaya, Mc, Msi, menunjukkan kalau PNS masih menjadi profesi favorit bagi masyarakat.

“Ini sangat disayangkan. Harusnya mereka berpikir menjadi entrepreneur, terutama yang menyandang gelar sarjana,” kritik Wijaya saat menjadi pembicara dalam seminar entrepreneur di IAIN Raden Fatah, Palembang.

Pendapat yang sama disampaikan pengamat ekonomi dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Didik Susetyo beberapa waktu lalu. Ia menyebut, PNS masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk bekerja.

Ia tak menyalahkan itu, karena menurutnya saat ini di Sumsel belum ada sektor pekerjaan lain yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Umumnya kata dia, saat ini di Sumsel hanya terjadi perluasan bukan penambahan lapangan kerja. Hal ini sarannya, harus juga menjadi perhatian pemerintah

“Di Sumsel kalau dilihat, belum ada yang bertambah masih sebatas perluasan. Padahal masih banyak industri hilir yang perlu dikembangkan, ini seharusnya menjadi tugas pemerintah,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster