Meneg BUMN Batal Datang, Petani Kecewa

 258 total views,  2 views today

Menteri Negara (Meneg), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan

Menteri Negara (Meneg), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan

MUSIRAWAS | KS – Masyarakat Kabupaten Musirawas khususnya yang tinggal di Kecamatan Tugumulyo merasa kecewa atas ketidakhadiran Menteri Negara (Meneg), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan pada acara penyebaran benih ikan dan promosi alat pertanian di Desa D Tegalrejo, Sabtu (2/11), lalu.

Padahal, ratusan warga, petani serta jajaran Pemkab sudah menunggu lama sang menteri.

Pantauan di lapangan, ratusan petani ditambah para pejabat Pemkab Musirawas serta para pelajar mulai berangsur-angsur pulang. Meski demikian, masih terdapat warga maupun jajaran pemkab yang menunggu. Sedangkan pertunjukan seni adat jawa seperti Reog Ponorogo dan hiburan organ tunggal tetap berjalan.

Sutrino nampaknya tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, bersama wagra dan ratusan petani, dirinya lelah menunggu sejak siang hingga hingga menjelang Maghrib.

“Pak menteri (Dahlan Iskan-red), dijadwalkan pukul 16.00 WIB tiba dilokasi ternyata belum juga tiba. Kami kecewa mas, Pak Dahlan Iskan tidak datang,” keluh Sutrisno (41), warga Tegal Rejo, kepada wartawan.

Informasi yang didiapat, keterlambatan Meneg BUMN Dahlan Iskan lantaran terkendala pesawat. Rombongan menteri berangkat dari Jakarta pukul 17.30 WIB menuju Bengkulu selanjutnya tiba di Lubuklinggau pukul 22.00 WIB bersama Gubernur Bengkulu, Junaidi Chomsah.

Dahlan Iskan diterima di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musirawas untuk beramah tamah dengan pejabat pemerintah daerah serta relawan “Demi Indonesia”.

Dahlan Iskan menyampaikan permohonan maaf karena keterlambatannya, namun tidak mengurangi semarak acara, ditampilkan juga pemenang lomba menulis surat untuk Dahlan Iskan dan Puisi untuk Dahlan Iskan.

Diantara petikan pidatonya yang sangat singkat dan memberi semangat bahwa tidak ada perbedaan antara orang pusat (Jakarta) dengan orang daerah baik dari segi kemampuan, intelektual maupun hal-hal yang lain. tetapi yang berbeda adalah kesempatan saja.

“Kita semua tidak ada perbedaan, kecuali kesempatan yang belum kita dapatkan. Untuk itu saya mengajak kita semua mari mencari atau memanfaatkan kesempatan atau peluang yang lebih baik kedepan. Saya merasa takjub atas penampilan tarian anak SLB tadi, karena disamping ia tuna rungu juga tuna wicara namun ia dapat membawakan tariannya dengan baik, dibalik kekurangan fisiknya disisi lain mempunyai kelebihan dan baru kali ini saya menyaksikannya,” singkat Meneg BUMN, Dahlan Iskan.

Acara ramah tamah tersebut dihadiri, Gubernur Bengkulu yang datang bersamaan dengan Dahlan Iskan, Bupati Musirawas, Bupati Muratara, jajaran pejabat Pemkab Musirawas, Jajaran Manajemen Jawa Pos di Sumbagsel serta relawan Dahlan Iskan dari berbagai daerah di Sumbagsel.

Teks : Faisol

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster