Duh, Banyak LSM Ilegal

 253 total views,  2 views today

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS -Lembaga swadaya masyarakat (LSM), kini menjadi organisasi yang banyak berdiri termasuk di Kota Palembang. Namun dari sekian banyak LSM di Palembang,  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Palembang mencatat, ada ratusan LSM yang tidak terdaftar.

Menurut Kepala Kesbangpol Palembang, Altur, hanya ada 124 LSM yang terdaftar di Kesbangpol.  Padahal jelasnya, setiap tahun mereka wajib melaporkan setiap kegiatan laksanakan.

“Hanya ada 124 LSM, yang tercatat di kita. Mereka selama ini, yang aktif melakukan kegiatan pendampingan di masyarakat,” jelas Altur ketika dibincangi belum lama ini di ruang kerjanya.

Altur mengatakan, Kesbangpol terus melakukan pembinaan terhadap LSM. Hal tersebut dilakukan bertujuan, untuk memantau kegiatan yang dilaksanakan organisasi tersebut. “LSM wajib melaksanakan kegiatan, sesuai aturan rumah tangga yang telah disampaikan,”jelasnya.

Ia menerangkan, dari 124 LSM yang terdaftar di Kesbangpol tersebut mayoritas berkaitan dengan politik.”Namun itu tidak masalah, karena peran aktif LSM dalam mendidik masyarakat berpolitik dan memberdayakan ekonomi kerakyatkan, sangat menguntungkan bagi pemerintah,”ujarnya.

Altur menambahkan, pihaknya sangat mendukung setiap kegiatan yang mendorong untuk mencerdaskan masyarakat Palembang, khususnya untuk politik yang baik. “Kami berikan bantuan dana untuk pembinaan kepada mereka, yang dialokasikan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Pemkot,”tukasnya.

Sebelumnya, Kesbangpol Kota Palembang menyebut banyak LSM yang berdiri di Kota Palembang ketika menjelang pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) di Kota Palembang dan Sumsel beberapa waktu lalu.

Kesbangpol memprakirakan, ada sekitar 30 LSM yang berdiri menjelang pemilukada lalu. Namun dari sekitar 30 LSM itu, banyak yang ilegal. Dikatakan ilegal, karena lembaga-lembaga tersebut tak terdaftar di Kesbangpol.

Mantan Kepala Kesbangpol yang saat ini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Pemkot Palembang, Shinta Raharja menyebut, banyak LSM yang berdiri hanya dengan modal stempel saja. “Sekretariat tidak ada, terkadang tidak jelas,” sebut Shinta.

Padahal untuk mendirikan LSM, ada syarat yang harus dipenuhi yakni akte notaris, AD/ART yang jelas, struktur organisasi, sekretariat (alamat) dan kepengurusannya. “Syarat itulah, yang harus dipenuhi untuk bisa terdaftar di Kesbangpol,” ujarnya.

Menurut Shinta, LSM enggan mendaftar karena tak mau repot dan mengeluarkan biaya mengurus akte. “Daftar ke Kesbangpol harus melampirkan akte. Buat akte itu di notaris dan ada biayanya. Mungkin itu alasannya, tak mau keluar biaya dan hanya modal cap,” ujarnya.

LSM yang legal akan dibina oleh Badan Kesbang dan Politik. Mereka juga akan dilibatkan dalam pemberdayaan masyarakat dan kegiatan Kesbang. “Misalkan kegiatan politik, penyampaian pendapat di muka umum, hak dan kewajiban,” ujar Shinta.

Malah, LSM yang resmi akan mendapat kucuran dana dari Kesbang. Syaratnya, LSM yang bersangkutan mengajukan proposal kegiatan, baik kegiatan sosial, keagamaan, maupun kepemudaan. “Nanti kami fasilitasi. Kami siapkan hingga Rp 20 juta untuk satu LSM,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster