PMI Butuh 300 Kantong Darah per Bulan

 253 total views,  2 views today

pendonor sedang diperiksa riwayat kesehtan-1

pendonor sedang diperiksa riwayat kesehtan-1

Lubuklinggau, KS-Tinggi permintaan darah di Palang Merah Indonsesia (PMI), cabang Kota Lubuklinggau membuat stok darah kerap kali kekurangan. Dalam satu bulan, sedikitnya PMI Lubuklinggau harus menyiapkan 300 kantong darah untuk membantu pasien di Rumah Sakit di Lubuklinggau.

Hal ini terungkap ketika KS mengunjungi PMI Lubuklinggau di Jalan Garuda Hitam, Kelurahan Pemiri, Kota Lubuklinggau.

Bagian Administrasi PMI Unit Donor Darah Bunyamin, mengatakan, hampir setiap hari ada pasien datang untuk mendapatkan darah. “Hanya saja persediaan yang ada masih terbatas,” ujarnya.

Sambung Bunyamin, dari 300 kantong darah yang dibutuhkan setiap bulan, biasanya yang rutin menjadi pendonor darah sukarela tidak sampai 150 orang. “Artinya lebih dari 150 kantong lagi kita lakukan dengan cara membuat kegiatan bersama dengan instansi lain seperti dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Lubuklinggau. Pada 6 November mendatang, kita  kerjasama dengan Bank Sumsel Babel Lubuklinggau,” tuturnya.

Sementara itu, M Sihotang, Sekretaris PMI Lubuklinggau menambahkan, kepada masyarakat agar dapat menyumbangkan darah secara sukarela. “Ini memang tidak mudah karena lebih banyak warga yang memerlukan darah dibandingkan yang menjadi pendonor,” ucapnya.

Sambungnya, beberapa syarat untuk menjadi pendonor darah adalah pria atau wanita berusia 17-60 tahun, berat badan 50 kg atau lebih, kadar hemoglobin 12,5g/dl atau lebih. Selain itu, tekanan darah 120/140/80-100mm, nadi 50-100/menit teratur, tidak berpenyakit jantung, hati, paru-paru, ginjal, kencing manis, penyakit perdarahan, kejang, kanker, penyakit kulit kronis, tidak hamil, menyusui atau sedang menstruasi (bagi wanita).

“Pendonor juga tidak menderita penyakit infeksi seperti malaria, hepatitis, sifilis, HIV/AIDS seta bukan pecandu narkoba,” tambahnya.

Abdul Kadir (60), warga Kelurahan Sukajadi, Kota Lubuklinggau ketika memberikan darah (donor – red) mengatakan, donor ini sudah rutin dilakukan sejak 13 tahun yang lalu. “Ketika sudah donor rasanya puas dan kepala terasa lebih ringan,” singkatnya.

Teks: Supriadi

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster