Mura Kabupaten Pertama Terapkan Pilkades e-Voting

 522 total views,  2 views today

e-vote

e-vote

MUSIRAWAS | KS – Kabupaten Musirawas direncanakan tahun ini akan menerapkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara elektronik (e-Voting).

Setidaknya ada 3 desa yang akan melakukan Pilkades e-Voting yakni Desa Sumber Karya (Kecamatan Sumber Harta), Desa Karyadadi (Kecamatan Purwodadi) dan Desa Taba Renah (Kecamatan Selangit). Desa Karyadadi dan Tabarenah sudah dilakukan sosialisasi e-Voting,

Hal tersebut diungkapkan  Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Musirawas, H Rudi Irawan saat menyampaikan laporan pada acara sosialisasi dan simulasi pilkades dengan menggunakan e-voting, Kamis (31/10), lalu.

Menurutnya, Kabupaten Musirawas merupakan kabupaten ketiga di Indonesia yang menerapkan Pilkades dengan sistem e-Voting, setelah Kabupaten Boyolali (Jawa Tengah) dan Kabupaten Jembrana (Bali). Kabupaten Musirawas merupakan kabupaten pertama di Pulau Sumatera.

“Dengan pilkades e-Voting diharapkan dapat meningkatkan kualitas demokrasi di desa ke arah yang lebih baik. Dalam penerapan ini atas hasil kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” ungkapnya.

Sambungnya, tim teknis Kabupaten Musirawas yang dilibatkan dalam penerapan e-Voting adalah dari BPMPD, Dishubkominfo, Disdukcapil dan Bagian Humas serta Bagian Hukum. “Tim teknis ini telah mengikuti bimtek di Serpong beberapa waktu lalu,” kata Rudi Irawan.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari BPPT bagian elektronik, Humas dan Perhubungan Kabupaten Jembrana Bali, Sekda Kabupaten Musirawas serta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musirawas.

Termasuk wakil dari perguruan tinggi, tokoh masyarakat, Camat dan perangkat desa dan tamu undangan lainnya.

Acara secara resmi dibuka Wakil Bupati Musirawas, H Hendra Gunawan yang menyampaikan bahwa metode pilkades selama ini mahal karena banyaknya sarana atau alat yang digunakan termasuk kertas suara.

“Metode pilkades e-Voting lebih murah hanya dengan komputer dan peralatan serta kelengkapannya, kemudian dapat dipakai selamanya. Sifatnya rahasia tidak diketahui pilihan. Akurat tidak dapat diubah pilihan. Pemilih dapat memverifikasi dengan struk,” tuturnya.

Lanjutnya, dalam e-Voting tidak dapat dilacak siapapun termasuk pemilih tidak tahu apa yang telah dipilih. “Kesiapan pengalaman dengan metode e-Voting ini diharapkan berjalan dengan baik. Diharpkan kegiatan ini dapat mematangkan menuju pilkades yang lebih demokratis,” kata Wabup.

dalam acara tersebut diterapkan juga simulasi e-voting yang di pandu langsung dari BNPPT.

Teks : Faisol

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster