Membentang Layar Prestasi

 225 total views,  2 views today

prestasi

PALEMBANG | KS-Kendati letak bangunannya di tepian persawahan, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Kota Palembang tak lantas berpatah arang. Membentang layar prestasi. Itulah yang kini sedang diupayakan oleh pihak sekolah.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga sekitar, namun bukan menjadi penghalang bagi SMAN 12 guna melahirkan siswa-siswi yang cerdas dan berprestasi. Sekalipun jauh dari pusat keramaian, sekolah ini pun tetap memersembahkan generasi muda yang handal penuh spritual.

“Memang lokasi sekolah ini jauh dari keramaian, tapi soal prestasi kita tetap berorientasi pada prestasi,” ungkap Hj Norma Matcik, S Pd MM selaku Kepala Sekolah SMAN 12 Palembang kepada Harian Umum Kabar Sumatera di ruang kerjanya, Jumat (1/11).

Dengan bangga, Norma bercerita ada banyak prestasi dan gelar yang diperoleh oleh anak asuhnya. Kabar yang terbaru, SMAN 12 Palembang meraih Juara 1 dalam lomba terdisiplin se-Kota Palembang, Juara II Olimpiade Bahasa Jerman tingkat Sumsel 2013, Juara 1 Lomba Pionering Mini kelas putri, dan Juara I Lomba Hasta Karya

Tak ada yang berubah dari SMAN 12 yang berlokasi di Jalan Syakyakirti, Lorong Pancasila, Kelurahan  Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang ini. Hanya saja  kini sekolah yang terdiri dari 613 siswa dan tenaga pengajar sebanyak 10 orang ini selalu berkomit untuk meraih prestasi, memiliki akhlak mulia, dan punya karakter kebangsaan.

“Berprestasi, misalnya diterima di perguruan tinggi negeri favorit. Ini bisa dilihat persetantase prestasi akademik yang diraih siswa. Selain itu kita inginkan mereka mempunyai akhlak dengan menanamkan keimanan yang kokoh, terlebih berkarakter bangsa dengan menanamkan jiwa nasionalisme di setiap siswa,” Norma memaparkan.

Norma yang sebelumnya adalah Kepala Sekolah SMAN 21 Palembang berkata, dengan segala keterbatasan, ia berupaya memerkuat rasa tanggungjawab dan profesionalitas kepada tenaga pendidik yang ada.

“Untuk mencapai akhlak mulia, selain pelajaran agama, kita juga setiap Jumat membaca ayat-ayat suci Alquran dan setiap Ahad zikir bersama agar kita di sini lebih dekat ke pada Allah. Pasti itu gunanya membentengi para siswa dari hal yang negatif. Berikutnya kita tanamkan jiwa nasionalisme bagi para siswa, mengingatkan mereka jangan pernah melupakan sejarah bangsa serta memberikan pemahaman makna pancasila sebagai filterisasi (penyaring) arus globalisasi untuk mencapai pribadi berkarakter bangsa,” jelasnya.

Di atas kertas, Norma tak lama lagi akan memasuki masa pensiun. Karena itu, di sisa pengabdiannya di SMAN 12 Palembang, Norma tak henti-hentinya berpesan kepada siswanya untuk selalu mendirikan shalat lima waktu, bila perlu kata norma, mampu mendirikan shalat tahajud.

“Saya kerap berpesan baik untuk diri pribadi, para guru, maupun siswa jangan pernah meninggalkan shalat lima waktu, apalagi qiyamul lail (shalat tahajud) hendaknya didirikan, karena Allah di 1/3 malam langsung turun ke dunia, melihat para hamba-Nya yang sedang mendirikan ibadah ditengah jutaan manusia yang masih tertidur pulas, diwaktu itulah kita berdoa dan Insya Allah akan dijabah oleh Dia,” demikian petuah Ibu empat anak dan tujuh cucu ini.

TEKS:AMINUDDIN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster