Kadin Kucurkan Modal Rp 1,45 M

 298 total views,  4 views today

Ketua umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto saat memberikan sambutannya pada pembukaan Rapimnas di hotel Aryaduta Palembang, Kemarin. foto ; Bagus Kurniawan

Ketua umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto saat memberikan sambutannya pada pembukaan Rapimnas di hotel Aryaduta Palembang, Kemarin. | foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG | KS-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengucurkan modal kerja bagi pelaku usaha kecil dan menengah senilai Rp1,45 miliar melalui lembaga pembiayaan bentukan kamar dagang Palapa Nusantara.

Rosan P Roeslani Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial mengatakan, kontribusi usaha kecil dan menengah (UKM) bagi penguatan ekonomi daerah sangat besar sehingga semua pihak harus berupaya melakukan penguatan UKM.

“Penguatan ekonomi  daerahy itu agar bisa meningkatkan produktivitas dan lebih berdaya saing,” katanya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2013, Jumat (1/11).

Kata Rosan, di tengah dinamika ekonomi Indonesia yang menurun,sektor UKM daerah sudah seharusnya kembali dapat menjadi andalan penopang perekonomian nasional, terlebih lagi bai UKM yang sudah bisa melakukan ekspor.

“UKM bisa menjadi salah satu penopang ekonomi ketika krisis itu dan itu sudah terbukti, karenanya pengiatan UKM harus dilakukan agar bisa berkontribusi tidak hanya bagi penguatan ekonomi daerah saja tapi juga nasional,”paparnya.

Pengucuran dana bantuan ini juga sejalan dengan tema Rapimnas yang mengangkat ‘Mempercepat pembangunan industri nilai tambah dalam rangka optimalisasi ekspor dan pemberdayaan UMKM sebagai pilar penting ekonomi nasional.”

Berkaitan dengan hal itu, pihaknya merekomendasikan kepada para pelaku UKM untuk bisa mengakses permodalan melalui tembaga non perbankan untuk mengembangkan usaha, sehingga tidak terpaku pada perbankan, membangkitkan perekonomian.

Investasi Butuh Dana Segar

Pengembangan investasi di Indonesia harus didukung oleh sejumlah Faktor pendukung. Salahsatunya pengembangan infrastruktur sehingga kegiatan investasi dapat berjalan, ini dikatakan Suryo Bambang Sulisto ketua umum kadin indonesia dalam Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) kadin 2013 Di Aryaduta Palembang.

Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum Kadin Indonesia menyebutkan sayangnya  pembangunan infrastruktur masih terhambat  dengan sejumlah masalah, seperti lahan yang tidak ada  dan perizinan yang cukup sulit, korupsi di sektoral ekonomi serta kemacetan lalu lintas dan infrastruktural pelabuhan semakin parah.

“Perlambatan ini juga didukung  dengan adanya keterbartasan anggaran APBN 2014 untuk pembangunan infrastruktur hanya sebesar Rp 188,7 triliun atau hanya  tumbuh 4,4 persen,” katanya.

Lanjutnya, jika dibandingkan dengan inflasi yang mencapai 5,5 persen pada saat ini ,maka justru menurun anggaran tersebut, Ia mengusulkan ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengantisipasi penurunan tersebut,  antara lain dengan mencari tambahan dana, misalnya dengan meningkatkan pajak untuk kendaraan bermotor.

Hatta Radjasa Menteri Koordinator Bidang Perekonomiann juga mengatakan Masalah perizinan, pemerintah telah melakukan revormasi biroksi, di mana Hatta mengtakan perizinan tidak boleh berbelit-belit.

“Bila oranga ingin bikin peruasahaan cukuplah sehari,” cetus Hatta.

Masalah perizinan ini, kita naik 8 persen , dimana indonesia sekarang berada di peringkat bawah seratus, namun kita kejar ketertingalan tersbut , namun untuk infrastruktur  dana saing meningkat 12 persen, kita menyamai  Thailand.

Perlu di ketahui Anggaran Untuk pembangunan infrastruktur tahun 2013, terdiri Rp 300 triliun di mana pendanan tersebut dari Rp 99 triliun APBN, Rp 100 triliun BUMN, Rp 200 triliun dari APBN belanja modal.

“Pendanannya naik  5 persen. Itulah batasan yang kita capai guna membangun infrastruktur,” katanya.

TEKS:JADID ULUL ALBAB

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster