Hotel & Restoran Enggan Bayar Retribusi

 343 total views,  2 views today

Ilst. Retribusi

Ilst. Retribusi

PALEMBANG, KS-Sejumlah hotel dan restoran di Kota Palembang, ternyata banyak yang enggan membayar retribusi kebersihan kepada Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang. Umumnya, hotel yang tidak membayar retribusi ini adalah hotel kelas melati.

“Masih ada hotel melati dan restoran kecil di Palembang, yang enggan membayar retribusi kebersihan. Kami akan memperingatkan mereka, untuk memenuhi kewajiban tersebut,” kata Kepala DKK Palembang, Agoeng Noegroho ketika dibincangi, Jumat (1/11).

Ia menyebut, DKK sendiri dibebankan memberikan kontribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palembang sebesar Rp4 miliar. Dari target itu, sampai September lalu baru terealisasi sekitar 80 persen.

“Karenanya untuk mencapai target tersebut, kami menghimbau pengelola hotel melati dan restoran yang ada di metropolis untuk segera membayarkan retribusi kebersihan mereka,” ujarnya.

Apabila pengelola hotel dan restoran itu, masih juga membandel maka DKK akan bertindak. DKK tegasnya, akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang ada. Agoeng juga menyebutkan, DKK sudah memberikan peringatan lisan dan tertulis kepada kegiatan usaha yang enggan membayar retribusi.

Dengan demikian, diharapkan mereka segera membayarkan kewajiban mereka.”Petugas DKK, secara rutin mengingatkan hotel dan restoran yang ada di Palembang ini untuk membayar retribusi kebersihan,”ucapnya.

Agoeng menambahkan, dari retribusi tersebut selain untuk peningkatan PAD Kota Palembang juga dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan di kota empek-empek ini. Saat ini bebernya, produksi sampah masyarakat di Palembang mencapai 800 ton per hari.

Sementara, DKK hanya mampu mengangkut 600 ton saja per hari. “Untuk mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir (TPA), kami menggunakan 95 unit truk. Jumlah armada ini, masih kurang. Karenanya kami butuh dukungan semua pihak, untuk membantu DKK dalam menjaga kebersihan di Kota Palembang. Salah satu caranya, dengan membayar retribusi kebersihan itu,” tukasnya.

Sebagai informasi, produksi sampah di metropolis terus meningkat. Saat ini, produksi sampah di Palembang mencapai 800 ton perhari. Dari 800 ton produksi sampah itu, 70 persennya berasal dari sampah rumah tangga dan pasar yang merupakan sampah organik. Sisanya, 30 persen lagi merupakan sampah anorganik yang dihasilkan dari kegiatan perkantoran dan industri, seperti kertas, plastik, dan lain-lainnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster