DPT Perubahan Gagal Ditetapkan

 227 total views,  2 views today

dpt

PALEMBANG, KS -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Jumat (1/11), seharusnya menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) perubahan untuk pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 mendatang.

Namun penetapan DPT tersebut, gagal dilakukan. Hal itu menurut Ketua KPU Kota Palembang disebabkan adanya gangguan pada jaringan internet. Sehingga tidak bisa masuk, dalam Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih).

Sidalih sendiri, adalah sistem yang dibangun oleh KPU sebagai data base pemilih di Indonesia. Dalam sistem ini, akan diketahui apakah seseorang terdaftar sebagai mata pilih atau tidak.

“Penetapan DPT revisi untuk pemilu 2014, terpaksa kita tunda. Kita tidak bisa mengakses sidalih, sehingga rapat pleno penetapannya kita tunda sampai besok (Sabtu) pagi,” jelas Ketua KPU Kota Palembang, Eftiyani ketika dibincangi usai memimpin rapat pleno penetapan DPT revisi di KPU Kota Palembang, kemarin.

Sebagai informasi, sebelumnya KPU Kota Palembang telah menetapkan DPT untuk pileg 2014 di metropolis sebesar 1.133.408 pemilih. Jumlah ini berkurang dari jumlah DPT pada pelaksanaan pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu yang mencapai 1.139.247 pemilih.

Namun DPT tersebut, di revisi. Revisi ini menurut komisioner KPU Palembang Divisi Teknis Penyelenggara, Data, Humas dan Informasi, Abdul Karim Nasution, dilakukan sebagai penyempurnaan DPT yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Meski, untuk pencermatan terhadap nomor induk kependudukan (NIK), Nama, dan Jenis Kelamin, pemilih di Kota Palembang tak ada masalah lagi. Namun masih ditemukan sejumlah data pemilih ganda, antar kabupaten/kota, kelurahan bahkan provinsi pada DPT Palembang. Tetapi jumlahnya, tak begitu signifikan,” ujarnya.

Sebelumnnya, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang, Amrullah mengatakan mereka menemukan sejumlah kejanggalan pada susunan DPT Palembang untuk pemilu, yang dibuat berdasarkan DPT pemilukada 6 Juni lalu, bukan berdasar DP4 yang disusun Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ada sejumlah nama di DPT tersebut, yang sudah kita rekomendasikan untuk di coret. Anehnya, dalam DPT yang ditetapkan KPU Palembang tetap saja nama-nama tersebut tercantum,” jelas Amrullah.

Temuan itu bebernya, didapatkan dari hasil penyisiran data yang dilakukan panitia pengawas kecamatan (panwascam) di Palembang. Dari penyisiran itu,  ditemukan ratusan mata pilih yang harusnya di coret karena sudah meninggal dunia, pindah alamat dan lainnya tetap saja masih terdaftar di DPT. “Kami, akan memberikan rekomendasi kepada Bawaslu (Sumsel), untuk mengambil langkah-langkah strategis, menyikapi permasalahan DPT di kota Palembang ini,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster