Bupati Empat Lawang Diperiksa KPK

 291 total views,  4 views today

Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Al Jufri

Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Al Jufri

JAKARTA, KS-Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Al Jufri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (1/11). Pemeriksaan ini menyusul penggeledahan rumah dan kantornya di Empat Lawang, terkait pengembangan kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Budi tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Budi menolak berkomentar apapun terkait pemeriksaannya. “Bupati Empat Lawang diperiksa untuk AM,” ujar Kabag pemberitaan dan informasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi.

Juru bicara KPK Johan Budi menyatakan, pemeriksaan yang dilakukan di Palembang dan Empat Lawang, hasil pengembangan dari kasus Akil sebelumnya yakni Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kabupaten Lebak, Banten.

Menurut Johan, dalam sengketa pemilukada Palembang dan Empat Lawang, diduga terjadi gratifikasi yang diberikan kepada Akil terkait kewenangannya sebagai hakim kontitusi MK. “Namun siapa yang memberikannya, belum bisa kita simpulkan karena masih didalami. Bisa saja, swasta atau penyelengara negara,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jumat malam.

Johan Budi juga menerangkan, belum ada kesimpulan kalau Wali Kota Palembang dan Bupati Empat Lawang, sebagai pihak yang harus bertanggungjawab secara hukum dalam kasus gratifikasi Akil tersebut.

“Sebelumnya, rumah dan kantor Budi Antoni dan Romi Herton sudah digeledah. Disana, penyidik sejumlah dokumen terkait pemilukada. Dokumen itu, jejak tersangka Akil. Budi Antoni diperiksa, karena penyidik butuh informasi yang perlu digali lagi,” ujarnya.

“Nah soal ada transaksi ke Akil dalam penangan kasus sengketa Kota Palembang dan Kabupaten Empat Lawang, sampai hari ini belum ada informasi itu. Apakah ditanyakan ke Budi Antoni Aljufri, saya kira tentu penyidik yang tahu materinya,” tandasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pada hari Selasa, (29/10) tim penyidik KPK lebih dulu menggeledah kediaman Wali Kota Palembang, Romi Herton di Jalan Ki Ringgo Wirasantika Kecamatan Ilir Barat II, Palembang serta kantor Wali Kota Palembang. Pada siang harinya, penggeledahan dilakukan di kantor Bupati Empat Lawang, rumah dinas dan di sebuah ruko.

Hasil penggeledahan, tim penyidik menyita tiga buah handphone Romi Herton, berkas hasil putusan MK dan surat Mendagri, serta bukti setor uang senilai 500 juta milik Masito, istri Romi Herton.

Hari berikutnya, penyidik memintai keterangan terhadap empat pejabat Pemkot Palembang di Mako Brimob Polda Sumatera Selatan. Pemeriksaan masih terkait kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Konstitusi (MK).

Kepala Kepala Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan dan Pemakaman (DPJPP) Alex Fernandus, Kepala Dinas Tata Kota Isnaini serta Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Palembang, Diankis Julianto.

Sumber : vivanews.com





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster