PT PP Akan Ganti Kerugian Petani

 374 total views,  2 views today

MUARA ENIM I KS-Setelah melakukan pertemuan dan dialog yang panjang, akhirnya PT Pembangunan Perumahan (PT PP), bersedia memberikan ganti rugi kepada warga terkait adanya kebun karet warga yang mati dan terendam air, akibat pembangunan jalur rel ganda (double track) kereta api, di wilayah dekat kebun karet warga Desa Pinang Belarik Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim.

Pertemuan antara warga dan PT PP yang berlangsung, Senin (30/9), di Aula Kantor Camat Ujan Mas ini difasilitasi oleh Camat Ujan Mas, Holika, S Sos, Msi dan Kades Pinang Belarik, Arsuan. Adapun luas lahan kebun karet yang diduga tergenang air oleh PT.PP sebanyak 14 hektar.

Camat Ujanmas, Holika mengatakan, sesuai laporan, warga meminta perusahaan agar pembangunan gorong-gorong kecil dipercepat dan jangan tersumbat lagi agar tidak menimbulkan dampak negatif pada kebun warga.

“Dalam pertemuan ini, kita hanya memfasilitasi agar kedua belah pihak dapat duduk bersama dan mendapatkan solusi terbaik. Berdasarkan kesepakatan, warga setuju dengan ganti rugi karet yang mati sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 25 Tahun 2009 mengenai ganti rugi. Sedangkan, karet yang belum mati, namun tergenang air akan diganti rugi hanya 50 persen dari ketentuan Pergub No.25 Tahun 2009,” ucap Holika.

Dikatakan Camat, sesuai Pergub No. 25 tahun 2009, karet yang mati berumur 9 tahun diganti sebesar Rp200 ribu per batang. Sedangkan karet yang cuma terendam kiranya dapat dimusyawarahkan. Dalam hal ini, warga dan managemen PT. PP telah sepakat akan dibayar 50 persen dari Pergub.

“Warga minta karet yang cuma terendam dibayar setengah dari harga Pergub No. 25 Tahun 2009, sedangkan ganti rugi mangkok karet yang hanyut sebesar Rp5 ribu per buah. Semua keinginan warga ini, telah disetujui oleh PT.PP,” terang Holika.

Ahmad Husin (53), salah seorang warga Desa Pinang Belarik yang kebun karetnya tergenang air menekankan bahwa pertemuan kali ini merupakan pertemuan terakhir. Warga tidak akan mau lagi, kata dia, mengadakan pertemuan dengan PT.PP jika tidak ada titik temu atau kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Alhamdulillah, pertemuan kita dengan perwakilan PT.PP telah ada kesepakatan. Intinya PT. PP bersedia mengganti rugi semua karet yang mati dan terendam air sesuai dengan kesepakatan. Demikian juga dengan harga mangkok yang hanyut telah disepakati. Kita meminta PT.PP dapat mengganti rugi sesuai dengan waktu yang telah disepekati terhitung satu bulan setengah kedepan, tepatnya 15 Nopember 2013 mendatang,” ucap Husin.

Sementara itu, Perwakilan PT. PP Persero, Surya, mengatakan pihaknya cukup mengerti apa yang diminta warga. PT. PP Persero. Intinya, pihaknya telah sepakat untuk mengganti rugi dengan mengikuti aturan Pergub yang berlaku, sedangkan karet yang tergenang air dan belum mati akan dibayar 50 persen dari aturan Pergub.

Sementara untuk pembangunan gorong, kata dia, hal itu sudah dikoordinasikan di lapangan, bahkan menjadi perhatian utama pihaknya. “Itu sudah ada sebagian yang dibongkar dan diperbaiki. Soal ganti rugi tanaman kami setuju, demikian juga dengan pergantian mangkoknya. Pembayaran ganti rugi, paling lambat akan kami lakukan pada 15 Nopember 2013 mendatang ,” pungkas Surya.

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster