5 Oktober, Guru Honorer Ancam Mogok Massal

 301 total views,  2 views today

honorer

PALEMBANG, KS-Para Guru Honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI) berencana akan melakukan doa bersama serta mogok massal secara nasional pada peringatan Hari Guru Internasional pada tanggal 5 Oktober mendatang, aksi mogok massal mengajar tersebut dilakukan sebagai bentuk protes karena belum terselesainya berbagai permasalahan pendidikan.

Ketua FHI Pusat, Hasbi SPd MM mengatakan, berdasarkan hasil komunikasi dan koordinasi dengan Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat, aksi damai berupa kegiatan doa bersama dan mogok massal tersebut dilakukan untuk mengkritisi kinerja Pemerintah yang belum juga dapat menyelesaikan berbagai macam permasalahan pendidikan.

“Diantara beberapa permasalahan di bidang pendidikan tersebut antara lain, permasalahan pendidikan, sertifikasi guru, pengangkatan guru honorer dan berbagai permasalahan lainnya, hingga saat ini estimasi para guru-guru khususnya dari kalangan honorer yang akan mengikuti kegiatan doa bersama dan mogok massal akan diikuti lebih dari 3,7 juta guru,” katanya.

Hasbi mengungkapkan, aksi doa bersama dan mogok mengajar secara massal oleh guru-guru di tingkat sekolah akan dilakukan seluruh guru selama kurang lebih 10 menit setelah mendapat instruksi dari pengurus tingkat pusat, selama ini implementasi kebijakan Pemerintah terkait urusan guru semakin memburuk.

“Berbagai permasalahan guru yang kebijakannya semakin memburuk antara lain adalah kebijakan mengenai urusan sertifikasi guru, pemerataan distriibusi pendidik, tunjangan sertifikasi inpassing atau penyetaraan guru swasta sebagaimana layaknya guru dengan status PNS, permasalahan pengangkatan guru honorer dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dirincikan Hasbi, ditengah moratorium penerimaan PNS yang berjalan beberapa tahun lalu, kebutuhan tenaga pendidik di tingkat SD mencapai 440 ribu guru sedangkan ditingkat SMP kekurangan guru mencapai 150 ribu guru Bimbingan Konseling (BK) bahkan kekurangan guru juga terjadi di SMK untuk guru produktif.

“Akibat dari moratorium PNS tahun lalu, jumlah guru dari kalangan honorer dan atau swasta meningkat drastis, kebijakan tentang realisasi pencairan program sertifikasi pun semakin memburuk, saat ini seyogyanya sudah memasuki pencairan sertifikasi untuk triwulan ke-3 namun sertifikasi untuk triwulan ke-2 saja masih banyak yang belum bisa dicairkan,” rincinya.

Hasbi menambahkan, aksi juta guru-guru honorer tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan kepada sejumlah Menteri Negara terkait seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Mengeri Agama dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Semoga saja dengan doa bersama yang dilakukan oleh jutaan guru yang tergabung dalam FHI dan PGRI tersebut, Pemerintah bisa meningkatkan kinerjanya memberikan pelayanan public yang maksimal, transparan agar dimasa yang akan datang masa depan para guru dapat lebih terjamin sehingga mampu mencetak generasi penerus bangsa yang kompetitif,” tambahnya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster