Proyek Double Track Rendam Kebun Karet Warga

 232 total views,  2 views today

Ilst. Rel Double Track

Ilst. Rel Double Track

MUARA ENIM | KS-Pembangunan jalur rel ganda (double track) kereta api, di wilayah dekat kebun karet warga Desa Pinang Belarik, Kecamatan Ujanmas menuai masalah.

Pasalnya, pembangunan rel itu menyebabkan beberapa hektar kebun karet milik warga terendam akibat buruknya sistim Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), perusahaan yang mengerjakan pembangunan.

Akhirnya, Kamis (26/9), lalu warga berbondong-bondong mendatangi wilayah kerja PT. Perusahaan Perumahan (PP) Persero yang berlokasi didekat kebun karet milik mereka.

Saat itupun, warga langsung mengadakan pertemuan dengan pimpinan PT. PP Persero guna menanyakan perihal tanaman karet yang terendam akibat genangan air ketika hujan tiba.

Pertemuan warga dan pimpinan PT. PP Persero itupun, disaksikan oleh Suryo perwkilan PT PP, Kepala Desa Pinang Belarik, Aparat TNI dari Koramil Muaraenim, Anggota Polsek Gunung Megang, dan LSM FAMOUS Ujanmas.

Dalam pertemuan, warga menuntut kepada PT. PP Persero agar segera mengganti rugi tanaman karet yang mati akibat genangan air dan penyumbatan gorong-gorong yang pembuatannya sangat tidak sesuai, sehingga ketika hujan tiba terjadi banjir yang masuk ke kebun warga.

“Ketika dilakukan pengecekan dilapangan memang benar 14 hektar kebun karet milik dengan tanam tumbuh batang karet banyak yang mati,terdapat juga tanaman Duku dan Durian yang berumur kurang lebih 20 tahun,” ungkap Nusim, sesepuh adat Desa Pinang Belarik, Minggu (29/9), kemarin.

Nusim sendiri meminta kepada PT PP agar semua gorong-gorong yang kecil yang tertimbun tanah agar dibuka kembali agar ketika hujan, tidak terjadi lagi banjir di daerah itu.

Usai melakukan pengecekan dan penghitungan batang karet yang mati, sambungnya, saat itu warga dan aparat pemerintah desa langsung mengadakan musyawarah di kantor Kades Pinang Belarik.

“Dalam musyawarah itu terjadilah perdebatan yang sangat alot. Warga menuntut agar PT. PP Persero segera mengganti tanam tumbuh karet yang mati dengan nominal 750.000 perbatang,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila PT PP Persero memperlambat atau menunda ganti rugi tanaman karet yang mati, maka warga akan melakukan penyetopan pekerjan PT. PP Persero di wilayah kebun karet mereka.

“Kami tidak mau dibohongi lagi oleh PT. PP ini, sebab kami sudah beberapa kali memberi tahu tentang keluhan kami,agar mari duduk bersama untuk menyelesaikan pemasalahan yang ada selama ini, tapi kenyataannya PT. PP cuma bisa memberi jawaban yang tidak menyelesaikan permasalahan yang ada, jawabnya nanti dan nanti terus,” timpal seorang warga lainnya.

Perwakilan PT. PP Persero, Suryo mengatakan dirinya akan menyampaikan keluhan warga ke pimpinan perusahaan. “Kalau sekarang saya tidak bisa memutuskan diganti atau tidak, saya cuma bisa menampung aspirasi bapak-bapak,” kata dia.

Pertemuan di Kantor Kepala Desa berakhir dengan kesepakatan warga dan PT. PP Persero pada Senin(30/9), hari ini akan mengadakan pertemuan yang terakhir. Dijanjikan apabila tidak ada kesepakatan maka warga akan melakukan aksi penyetopan kerja PT PP Persero di lokasi.

Sementara itu, Kepala Desa Pinang Belarik, Arsuan, mengatakan dalam musyawarah ini dirinya selaku Pemerintah Desa Pinang Belarik meminta agar pihak perusahaan segera menyelesaikan permasalahan agar tidak berlaru- larut lagi. “Bila warga melakukan penyetopan, maka hal itu sudah kita ketahui bersama,” jelas Arsuan.

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster