Pemkot Pagaralam Pertegas Luas Hutan Lindung

 976 total views,  6 views today

Ilst. Hutan Lindung

Ilst. Hutan Lindung

PAGARALAM | KS-Jajaran Pemerintah Kota Pagaralam melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan, menghimbau agar masyarakat dapat memahami fungsi dan manfaat  kawasan hutan lindung, khususnya Bukit Jambul dan Bukit Dingin yang memiliki luas total 24.618 Ha.

Himbauan tersebut untuk melestarikan hutan sekaligus memberikan pemahaman agar peranan masyarakat dalam menjaga ekosistem sekitar dapat terwujud.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota Pagaralam, Imam Pasli SSTP MSi mengatakan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor SK.76/Menhut-11/2010, luas hutan lindung Kota Pagaralam secara keseluruhan ada sekitar 24.618 hektare.

“Hasil pendataan tim Kementrian Kehutanan Republik Indonesia (RI) dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel tahun 2009 melalui hasil foto satelit, luas hutan lindung Pagaralam ada sekitar 24.618 hektare. Data ini diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor SK.76/Menhut-11/2010. Sementara data lama yang dibuat tahun 2002 ada sekitar 28.740 Ha, dinyatakan tidak berlaku lagi karena sifatnya hanya melalui perhitungan melalui peta,” terangnya, Minggu (29/9).

Ia mengatakan, hal ini perlu diluruskan kembali mengenai luas keseluruhan dan tidak ada pengurangan luas hutan lindung di wilayah Kota Pagaralam yang terdapat di Kecamatan Dempo Utara, Dempo Tengah, Dempo Selatan, Pagaralam Utara dan Pagaralam Selatan.

Adanya SK Menteri Kehutanan tersebut, sambungnya, mempertegas bahwa tidak benar bila luas hutan lindung di Pagaralam mencapai 28.740 hektare, apalagi terjadi pengurangan sekitar 4.000 hektare.

“Memang, data hutan lindung 28.740 hektare tersebut  bukan hasil dari foto satelit, tapi dilakukan melalui perhitungan peta luas wilayah Kota Pagaralam yang dikeluarkan sekitar tahun 2002 lalu.  Namun setelah dilakukan pendataan ulang dan pembaharuan dengan didukung SK Menteri Kehutanan RI, maka luas hutan lindung KKota Pagaralam ada sekitar 24.618 Ha,” terangnya lagi.

Meski begitu, kata dia, adanya pengurangan hutan lindung terjadi di kawasan Rimba Candi, karena arealnya di gunakan program pemerintah pusat untuk dijadikan daerah transmigrasi pada tahun 1975  lalu dengan luas lahan sekitar 305 haktere. Namun saat ini lahan seluas 300 hektare yang menjadi pemukiman di Dusun Rimba Candi untuk daerah transmigrasi  tersebut sudah dialihkan kembali menjadi kawasan hutan lindung. Sehingga hutan lindung bertambah seluas 127 hektare.

“Adapun rincian luas hutan lindung di lima kecamatan diantaranya, Pagaralam selatan 823,507 hektare,  Pagaralam Utara 1.033, 133 hektare, Dempo Selatan mencapai 11.655,558 hektare, Dempo Tengah 8.064,41 hekater dan Dempo Utara 3.041,391 hektare dengan jumlah keseluruhan hutan tersebut mencapai 24.618 hektare,” sebutnya seraya mengatakan hutan lindung di daerah Rimba Candi ini sebetulnya merupakan bagian hutan lindung Bukit Jambul Gunung Patah dengan luas 22.500 hektare dan sebagain diusulkan menjadi areal peruntukan lain (APL) lebih kurang 20, 5 hektare.

Sementara itu, Topanzar Napolion SE, Kabid Inventarisasi dan tata Guna hutan dan Pengelolaan Hutan menambahkan, berdasarkan data sebelumnya, luas hutan lidung 28.740 hektare, tapi setelah dilakukan pendataan tim Kementrian Kehutanan RI tahun 2009 luas hutan lindung hanya berkisar 24.618 hektare.

“Memang ada sebagian yang sudah dijadikan lokasi pemukiman tranmigrasi, lokasi pembangunan rumah, mesjid, sekolah, dan jalan,” tambahnya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster