Pemkot Pagaralam Kurang Tegas, Lima Sungai Tercemar

 359 total views,  2 views today

ILst. Sungai

ILst. Sungai

PAGARALAM, KS—Akibat kurangnya pengawasan dari berbagai pihak terhadap kebersihan lingkungan sekitar, limbah berasal dari rumah tangga sudah mencemari lima Sungai yang ada di agaralam diantaranya, Sungai Lematang, Air Betung, Selangis, Air Payang dan Air Perikan.

Pantauan di lapangan, Minggu (29/9), banyaknya tumpukan sampah kertas dan plastik mengapung kerap terjadi saat hujan deras hingga memenuhi permukaan Sungai Air Betung yang mengalir di sepanjang Kecamatan Pagaralam Utara dan Pagaralam Selatan. Begitu  pula dengan Air Perikan dan Air Payang yang berada di wilayah Kecamatan Pagaralam selatan sudah dipenuhi tumpukan sampah.

Limbah rumah tanggga itu terlihat memenuhi sungai dan sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Kemungkinan  hal itu dipengaruhi pesatnya pembangunan pemukiman penduduk di hulu maupun disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Lekat (46) warga Pagar Jaya, Kelurahan Nendagung mengatakan, sampah yang menumpuk dan tersangkut pada bebatuan sepanjang aliran sungai tersebut menyebabkan air yang ada semakin kotor dan berbau. Tak heran, bila saat ini begitu sulitnya mendapatkan ikan air tawar di sungai-sungai tersebut.

“Akibat maraknya warga mendirikan pemukiman di ulu sungai maupun di kawasan DAS, masalah sampah sudah tidak dapat terkontrol lagi,” kritiknya.

Ia mengatakan, pemerintah setempat diminta agar dapat melakukan pengawasan maupun memberikan larangan untuk tidak membuang sampah di dalam sungai. Termasuk juga melarang setiap warga yang hendak mendirikan bangunan di kawasan DAS.

“Sudah saatnya pemerintah setempat harus tegas menindak warga yang mendirikan bangunan di kawsan DAS. Selain merusak ekosistem, masalah sampah pun sepertinya sudah tidak bisa terkontrol lagi,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Redi (32) warga lainnya. Menurutnya, tumpukan sampah terparah selalu terjadi bila hujan deras dan menyumbat aliran air. Ia berharap, dalam hal ini pemerintah dapat segera mengatasi volume sampah yang semakin lama semakin bertambah. Apalagi Kota Pagaralam sejauh ini sudah tiga kali berturut-turut  mendapatkan kembali Piala Adipura.

“Sangat disayangkan, kurangnya kesadaran membuang sampah di sungai tak menjadi perhatian serius pemerintah setempat,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas  Kebersihan dan Pemakaman (DKP) Kota Pagaralam, Saiful Amri SH melalui Kabid Kebersihan Supriyanto mengakui hal itu. Sejauh ini pihaknya masih mengalami kesulitan untuk membersihkan aliran sungai yang tercemar limbah rumah tangga. Selain itu,  keterbatasan peralatan yang dimiliki maupun kurangnya personil yang ada.

“Namun setidaknya, pihak DKP tengah berupaya melakukan sosialisasi maupun memberikan himbauan terhadap  warga yang tinggal di wilayah sepanjang aliran sungai tersebut agar dapat membangun saluran limbah khusus dan tidak mencemari sungai dengan  membuang sampah sembarangan,” kata Supriyanto.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Pemerintah Kota Pagaralam akan segera mensosialisasikan Peraturan daerah (Perda) Kota Pagaralam Nomor 9 Tahun 2012 tentang persampahan.

“Semoga Perda Nomor 9 Tahun 2012 ini, masalah persampahan dapat diatasi. Kami mengajak masyarakat agar dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal, karena kebersihan merupakan tanggungjawab bersama,” harapnya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Adbillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster