PALI Harus Tolak Foto Copy Sertifikat

 679 total views,  2 views today

Perusahaan di Kabupaten PALI harus terbuka terhadap program CSR (Corporate Social Responsibility) yang dikucurkannya. Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI harus berani menekan perusahaan agar melaporkannya secara terbuka kepada publik. Perusahaan agar memberitahu publik apa saja programnya dan berapa nilai CSR yang dikucurkan. Demikian petikan dari Diskusi terbuka Peran Perusahaan Daerah (Perusda) dalam pembangunan Kabupaten PALI dalam perspektif Pers, LSM dan Ormas.

Hasil diskusi itu juga merekomendasikan agar Pemkab PALI agar bersikap tegas dalam pengalihan aset dari Kabupaten Muara Enim sebagai kabupaten induk. Peserta diskusi sepakat agar Pemkab PALI jangan mau menerima fotokopi sertifikat tanah yang diberikan Muara Enim. “Hendaknya Pemkab PALI juga menanyakan sertifikat asli dari aset-aset yang akan diterima,” ujar Mairil Apriyanto saat membacakan hasil diskusi.

Poin selanjutnya dalam kesimpulan hasil diskusi itu, peserta diskusi berharap kepada sejumlah aktifis LSM dan Ormas agar bersatu dan bahu-membahu mengawal, membantu  dan mengawasi Pemkab PALI dalam meletakkan pondasi pembangunan PALI. “Para aktifis LSM dan Ormas agar jangan mau terpecah belah terutama dalam mengawasi pemberian bantuan CSR perusahaan,” ujar Edi Suprianto, moderator diskusi.

Diskusi yang digelar Sabtu (28/9) di Gedung Pesos Pendopo Talang Ubi Kabupaten PALI itu dihadiri oleh beberapa tokoh ormas dan LSM se-Kabupaten PALI. Selain itu hadir juga, Perlaksana Tugas (Plt) Sekda PALI, Drs Amirudin Tjikmat, Camat Talang Ubi, Ketua Komisi III DPRD Muara Enim asal dapil PALI, Devi Harianto SH, MH, dan 112 tokoh masyarakat, LSM dan Ormas.

Dalam diskusi yang digelar hampir seharian itu, menghadirkan empat narasumber. Diantaranya Indra Setia Haris dari unsur pers, Irwan ST (komisaris PT BSEE), Drs Soemarjono (mantan ketua pansus PALI di DPRD Muara Enim) dan Firdaus Hasbullah SH mewakili praktisi hukum dan tokoh pemuda PALI. Sementara untuk moderator, Edi Suprianto SH dan Mairil Dibot Apriyanto SE.

Diskusi yang diselenggarakan oleh LSM Serampu. Meski situasi diskusi sempat berlangsung panas, namun tetap menarik untuk diikuti. Kehadiran para aktifis LSM dan ormas yang juga aktifis pergerakan pembentukan Kabupaten PALI membuat diskusi menjadi seru. “Inilah kalau yang hadir para demonstran pemekaran PALI, bawaannya demo terus. Tapi kami bangga semua bisa mencair begitu diskusi usai,” ujar Sony Ternando, direktur LSM Serampu.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster