Dispenda Raup Rp164 Miliar

 189 total views,  2 views today

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS-Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumatera Selatan (Sumsel), bisa meraup pendapatan sebesar Rp164.645.259.520 miliar, dari program program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan kermotor (BBN-KB) sejak pogram itu di canangkan sampai berakhirnya program itu, Juli lalu.

Pendapatan tersebut menurut Kepala Dispenda Sumsel, H Eppy Mirza di dapatkan dari pembayaran PKB dan  BBN-KB sebanyak 327.151 unit kendaraan. “Dari program tersebut tercatat, penerimaan PKB bagi kendaraan yang terlambat daftar ulang mencapai Rp 96.214.783.710 dengan total terjaring 221.456 kendaraan, “ kata Eppy ketika dibincangi, kemarin.

Sementara, untuk penerimaan PKB yang menunggak 1 sampai 5 tahun sebanyak Rp 29.934.491.750. Untuk kendaraan yang menunggak di atas lima tahun sebutnya sebanyak Rp643.389.475 dengan total penunggak sebanyak 600 unit kendaraan.

Ketika ditanya bagaimana mengenai BBN-KB. Menurutnya, untuk penerimaan plat nomor polisi (Nopol) dalam provinsi (plat BG) sebanyak 49.446 kendaraan yang melakukannya. Realisasi untuk PKB nya yakni sebanyak Rp 21.243.599.125, sedangkan untuk BBN-KB yakni sebesar Rp 7.545.025.110.

Sedangkan kendaraan mutasi dari luar provinsi, sebanyak 6.305 unit dengan penerimaaan sebesar Rp. 9.063.970.350. Begitu juga dengan jenis kendaraannya, untuk pembayaran PKB kendaraan yang terlambat daftar ulang yakni sebanyak 176.061 untuk roda dua dan sebanyak 45.395 untuk kendaraan roda empat.

Untuk PKB penunggak diatas 5 tahun terhimpun sebanyak 343 kendaraan roda 2 dan 252 roda empat. “Nah buat  yang menbayar BBN plat nopol dalam provinsi yakni sebanyak 35.254 kendaraan roda dua dan 13.595 roda empat. Sedangkan untuk kendaraan luar provinsi yakni sebanyak 935 kendaraan roda empat dan 5871 kendaraan roda dua,” bebernya.

Sehingga jika di rinci,  mulai dari kabupaten/kota yang ada, UPTD Palembang 1 Dispenda Sumsel behasil mengumpulkan penerimaan terbanyak yakni dengan total 13.230 unit kendaraan dengan realisasi Rp8.487.179.00 dan yang paling sedikit yakni Kabupaten Empat Lawang dengan total realisasi Rp164.645.259.520 kendaraan.

Dengan demikian  sebutnya, penerimaan yang berhasil mereka himpun itu merupakan realisasi Perda Nomor 9 Tahun 2012 yang dilaksanakan pada 30 Agustus 2012sampai dengan 30 Juli 2012 lalu. “Jadi itu, merupakan salah satu potensi PAD jadi harus benar-benar di intensifkan pendapatannya,” urainya.

Disinggung, apa langkah yang harus dilakukan agar tidak ada lagi tunggakan. Dispenda sebutnya, kedepan akan memperbanyak razia gabungan yang melibatkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palembang dan Jasa Raharja untuk memberikan efek jera.

Mengenai  rencana program serupa pada tahun selanjutnya, ia mengatakan masih akan di kaji lebih dahulu. Jika memang masih banyak kendaraan yang dinilai, belum membayar pajak maka program serupa akan dilanjutkan.

“Yang pasti, kita tak ingin membuat manja masyarakat untuk menunggu pemutihan saja. Karena seharusnya program ini, mendidik masyarakat untuk memiliki kesadaran dalam membayar pajak,”tukasnya.

Teks     : Imam Mahfudz Ali

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster