Akibat Hujan, Jalan di PALI Rusak Parah

 244 total views,  2 views today

Salah satu jalan di PALI yang rusak akibat hujan

Salah satu jalan di PALI yang rusak akibat hujan

PALI | KS-Tugas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI sangatlah berat. Infrastruktur jalan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan segera. Khususnya infrastruktur jalan.

Jalan yang mayoritas merupakan jalan tanah menjadi susah dilalui ketika hujan tiba. Masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang menjadi kesulitan membawa dagangannya karena harus berjuang melewati kubangan lumpur.

Seperti dikemukakan Mardi salah satu pedagang asal desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi. Mardi bersama lima temannya bermaksud membawa dagangan untuk dibawa ke Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi. Mardi mengakui terjebak lumpur di ruas jalan antara Talang Ubi menuju Talang Akar. “Kalau hujan yaa beginilah. Datang ke kalangan (pasar mingguan-red) pasti terlambat,” ujar Mardi yang berjualan perhiasan imitasi ini.

Selain ruas jalan Talang Akar, ruas jalan Simpang Rasau menuju Tanah Abang tidak kalah parahnya. Meskipun jalan tersebut sudah diaspal tetap saja mengganggu perjalanan pedagang. Jalan aspal yang banyak berlubang ditimbun dengan tanah liat, sehingga saat hujan tiba, mobil banyak yang tergelincir sehingga masuk ke parit.

Tak pelak beberapa kendaraan dibelakangnya yang juga mengangkut barang dagangan seperti sembako dan pakaian harus terhenti. Beberapa pedagang yang kebanyakan wanita terpaksa harus turun dan ikut mendorong mobil agar keluar dari parit. “Kami mau jualan ke Desa Babat, tapi entahlah sudah jam setengah sepuluh kami masih disini. Sampai disana nanti jangan-jangan pasar sudah sepi,” ujar salah satu pedagang.

Demikian juga dengan ruas jalan Desa Sinar Dewa menuju Simpang Raja. Tepat di dusun Jeramba Besi, genangan air setinggi lutut orang dewasa menggenangi jalan yang ada ditengah dusun.

Menurut Maman, genangan air atau banjir ini disebabkan tidak adanya parit yang dibangun perusahaan yang lewat dijalan itu. “Jembatannya sudah dibangun, tapi tidak ada parit. Makanya banjir,” ujar Maman.

Menurut Maman, kalau hujan selalu begitu, setelah enam jam barulah airnya surut. Maman berharap beberapa perusahaan yang sering lewat disitu dapat ikut memperbaikinya. “Harusnya perusahaan peduli. Kalau selama ini cuma pertamina saja yang membangunnya,” ujar Maman.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster