Pasar Tradisional Masih Kumuh dan Kotor

Ilst. Pasar Traditional

Ilst. Pasar Traditional

PALEMBANG, KS-Sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, saat ini masih terlihat jorok, kumuh dan kotor. Sampah berserakan dan bertumpuk hingga menimbulkan bau tidak sedap terutama, pasca hujan turun seperti yang terlihat di Pasar Sekip Ujung.

Kondisi itu menurut Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi S Busri, di karenakan minimnya truk sampah di pasar-pasar tradisional.  Sehingga kata Apriadi, PD Pasar kesulitan untuk membuang sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Di Palembang, ada 38 pasar tradisional. Sementara truk yang khusus mengangkut sampah di pasar tradisional sangat minim, inilah kenapa sampah masih sering menumpuk di pasar tradisional,” kata Apriadi ketika dibincangi, Jumat (27/9).

Oleh karena itu, PD Pasar sebutnya akan meminta bantuan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Palembang untuk membantu pengadaan truk sampah ini melalui dana

meminta kepada perusahaan-perusahaan agar di berikan truk sampah melalui dana corporate social responsibility (CSR) mereka.  “Kami sekarang sudah mengajukan ke perusahaan-perusahaan, untuk meminta bantuan truk sampah,”jelas Apriadi  usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Gubah, Padang Selasa, Sekip Ujung dan Kebon Semai.

Apriadi menyebut, PD Pasar saat ini konsentrasi membenahi pasar-pasar tradisional di Kota Palembang. Untuk mengetahui kondisi pasar tradisional di kota empek-empek ini, PD Pasar bebernya rutin melakukan sidak.

“Dari sidak kita, memang persoalan sampah, drainase, penghijauan  harus mendapatkan perhatian serius. Sebab itu yang masalah mendominasi di pasar-pasar tradisional di Kota Palembang,”ungkapnya.

“Pasar, menyumbangkan 25 persen sampah, dari total sampah yang ada di Palembang. Selama ini, sampah di pasar tradisional diangkut oleh Dinas Kebersihan Kota (DKK). Tetapi mereka banyak yang harus diperhatikan, karenanya agar lebih maksimal kita mengupayakan ada truk pengangkut sampah sendiri.  Sehingga sampah di pasar-pasar tradisional bisa diangkut ke TPA,” sambungnya.

Bagaimana dengan pegelolaan sampah ?, Apriadi mengaku selama ini pengelolaan sampah di pasar tradisional seperti pengomposan belum maksimal.  “Sebenarnya sudah lama, kita minta untuk pengomposan. Tapi memang sulit, masih belum berjalan maksimal. Kedepan harus bisa berjalan apalagi sampah pasar ini sampah organik. Jadi, bisa dikelola menjadi pupuk kompos,”ungkapnya.

Selain itu, Apriadi menambahkan, drainase yang ada di pasar tradisional juga banyak yang perlu perbaikan. “Drainase memang sangat penting, sekarang ini di pasar banyak yang sudah ada drainasenya tapi tidak mengalir airnya. Ada juga yang tidak ditutup, sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Ini akan kita perbaiki,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com