KPS Desain Baru Berlogo Ikon Palembang

 237 total views,  2 views today

KArtu Palembang Sehat (KPS) Versi Lama

KArtu Palembang Sehat (KPS) Versi Lama

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, telah melakukan revisi ulang kartu Palembang sehat (KPS), yang sebelumnya terdapat gambar Wali Kota Palembang sebelumnya, Eddy Santana Putra.

Dalam KPS yang baru tersebut menurut Kepala Dinkes Kota Palembang, Anton Suwindro, tidak ada lagi foto wali kota. “KPS desain baru ini, hanya akan ada logo salah satu ikon Kota Palembang,” kata Anton yang dibincangi, Jumat (27/9).

Anton menjelaskan, fungsi KPS tersebut tetap tidak akan berubah yakni sebagai kesehatan gratis bagi masyarakat untuk mendukung program berobat gratis yang sudah dilaksanakan Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumsel.

KPS tersebut sambungnya, untuk mempermudah layanan kesehatan bagi warga Palembang. Nantinya, saat masyarakat hendak mendaftar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan  di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) maka cukup dengan menunjukkan kartu tersebut tanpa harus menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu  keluarga (KK).

Bagaimana dengan KPS lama, yang sudah di distribusikan ?, menurut Anton, KPS lama tersebut akan ditarik dari masyarakat. Mekanisme penarikannya, akan dilakukan oleh petugas puskesmas saat warga mendaftar untuk mendapatkan layanan puskesmas. “Nantinya saat warga mendaftar berobat di puskesmas, petugas disana akan menarik KPS yang lama dan menggantikannya dengan yang baru,” ucapnya.

Berapa besar, dana yang dihabiskan untuk membuat KPS baru tersebut ?, Anton mengaku belum tahu. Alasannya, saat ini Dinkes masih menghitungnya. Namun ia memprakirakan, dana yang dibutuhkan untuk membuat KPS baru ini tidak akan terlalu besar.  “Prakiraan kita, tidak akan sampai Rp1 miliar. Nantinya, dana itu akan kita anggarkan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, KPS ini akan di launching ulang saat Hari Kesehatan. Saat ini sambungnya, Dinkes sudah memiliki dua alat pencetak KPS tersebut. Satu unit alat cetak itu, bisa mencetak sebanyak 100 kartu dalam waktu satu menit.

“Dalam KPS itu, akan dilengkapi  barcode yang memuat data bagi pasien. Nantinya, pasien akan mencatat data pasien yang menggunakan KPS tersebut. Selain itu, kita juga sudah memiliki alat scanner, di beberapa rumah sakit (RS) yang ada di Palembang untuk mengelola data pasien,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster