Hasil Tes Urine Belum Juga Keluar

 399 total views,  2 views today

Ilst. Test Urine

Ilst. Test Urine

PALEMBANG, KS-Ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Senin (16/9) lalu telah melakukan tes urine untuk mengetahui apakah mereka salah satu pengguna narkoba atau tidak.

Namun sampai Jumat (16/9), hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palembang tersebut belum juga diketahui. Wali Kota Palembang, Romi Herton beralasan, tes urine itu memang belum keluar dari BNN. “Kami juga masih menunggu hasilnya, mudah-mudahan hasilnya keluar secepatnya, dan di harapkan hasilnya negatif semua,” kata Romi ketika di bincangi di Balai Kota, Jumat (27/9)

Romi menyebut, tes urine ini akan dilakukan secara rutin. Mereka yang melakukan tes urine Senin (16/7) lalu adalah pejabat di lingkungan pemkot mulai dari eselon IV hingga eselon II. Menurutnya itu contoh, agar pejabat struktural di lingkungan Pemkot Palembang untuk tidak mengunakan barang haram tersebut.

“Sebenarnya kami menginginkan semua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemkot, ikuti tes urine tersebut. Namun, dananya tidak cukup. Kedepan kalau dananya cukup, seluruh PNS dan tenaga honorer akan dilakukan tes urine,”sebut Romi.

Ia menerangkan, kebijakan itu perlu dilakukan untuk menghasilkan PNS yang bersih dari narkoba. Jika pemerintahan bersih dari narkoba, ia yakin itu akan menularkan nilai positif bagi masyarakat untuk menjauhi narkoba.  “Tes urine ini, juga akan kita lakukan di sekolah-sekolah di Kota Palembang sebagai bagian dari memerangi narkoba,” ucapnya.

Disinggung soal sanksi, bagi PNS yang positif memakai narkoba, Romi menyebut pemkot akan  memberikan sanksi tegas. “Jika ada PNS di lingkungan pemkot, yang positif memakai narkoba tentu ada sanksi tegas yang kita berikan,” ungkapnya.

Sebelumnya Sekretaris BNN Kota Palembang, H Ismail Ishak mengatakan, tes urine yang dilakukan di jajaran Pemkot Palembang itu sifatnya pembinaan. “Karena jika terbukti sangsi sangat berat,”tukasnya.

Sebelumnya seperti diberitakan Harian Kabar Sumatera, Senin (16/9), sekitar 400 pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkot Palembang mendadak di tes urine yang dilakukan di ruang Prameswara Pemkot Palembang.

Tes urine ini, mendapatkan penjagaan ketat personel dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel dan disaksikan langsung Kepala laboratorium Forensik Polri Cabang Palembang, Kombes Ulung Kaniaya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel Brigjen Bontor Hutapea, serta Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polresta Palembang, AKP Suryadi . “Tes urine ini, sengaja dilakukan mendadak agar tidak ada pejabat dilingkungan pemkot yang menjadi pengkonsumsi narkoba,” kata Wali Kota Palembang, Romi Herton saat itu.

Tes urine ini juga tegas Romi, adalah komitmennya untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa di periodeisasi kepemimpinanya, Palembang harus bebas narkoba. “Pemberantasan narkoba itu, harus dimulai dari pemkot sendiri sehingga bisa memberikan contoh kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta, semua pegawai negeri sipil (PNS) dan pejabat dilingkungan pemkot untuk menjauhi narkoba. Menurutnya, semua pejabat pemkot pun di larang untuk berada di tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba. “Jika ada pejabat atau PNS yang terbukti mengkonsumsi narkoba, atau memakai zat adiktif lainnya akan dikenakan sanksi pemecatan,” ancamannya.

Nantinya sambung Romi, setiap satuan kerja pelaksana daerah (SKPD) di lingkungan pemkot diminta untuk melakukan tes urine juga kepada pegawainya. “Saya menghimbau, masyarakat untuk menjauhi narkoba,” ajaknya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster