Petani di Banyuasin Belum Sejahtera

 293 total views,  4 views today

Ilst. Petani

Ilst. Petani

BANYUASIN, KS-Nasib petani di Kabupaten Banyuasin, saat ini masih jauh dari kata sejahtera. Kritik ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Banyuasin, H Askolani saat Pelatihan Peningkatan Kapasitas Iptek Masyarakat Melalui Diseminasi Teknologi Pertanian di Desa Bunga Karang Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Kamis (26/9).

Ia menyebut, petani di Banyuasin belum sejahtera karena pemerintah hanya bekerja diatas meja. “Mereka (pemerintah,red) hanya bicara di meja, tidak tahu bagaimana penderitaan petani ini sesungguhnya,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Ia menyebut, kondisi petani di Banyuasin sangat miris. Bukan hanya kekurangan sentuhan teknologi, tetapi juga masih harus banyak perhatian dari pemerintah. Sebab selama ini, harga beras petani akan anjlok saat musim panen tiba. “Inilah yang selalu dikeluhkan petani, tak ada jaminan dari pemerintah,” kritiknya.

Sementara itu anggota anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiemas menyebut tingkat ketergantungan petani Banyuasin terhadap lahan pertanian cukup tinggi, pasalnya para petani  belum bisa memaksimalkan bercocok tanam.

Selama ini jelas Nazaruddin, para petani hanya satu kali tanam. Akibatnya  tidak bisa memberikan kesejehteraan. Untuk itulah, petani harus memiliki terobosan teknologi, agar lahan mereka bisa dipergunakan maksimal.

Nazaruddin menjelaskan, belum maksimalnya petani menggarap lahan persawahan mengingat belum adanya ide inovatif dari petani itu sendiri. Dan, inilah tugas pemerintah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada petani. Misalnya dengan pemanfaatan lahan pertanian dengan menanam padi, selain itu juga dipelihara sapi untuk menyuburkan lahan.

“Karena kalau kita menunggu pupuk urea sudah pasti tidak ada, langka atau bahkan telat datang. Inilah persoalan petani kita di lapangan, kalau dengan memelihara sapi, kotorannya dapat menjadi pupuk bagi padi, sapinya bisa dijual. Artinya ada teknologi yang bisa digunakan, bukan hanya bergantung pada pupuk semata, atau hanya pasrah dengan hasil sawah IP 100-nya,” kata Nazaruddin.

Sementara itu, untuk membantu petani, Nazaruddin yang dalam kunkernya didampingi perwakilan Kementerian Pertambangan dan Energi, Syahrial Anas menyalurkan bantuan berupa alat mesin pertanian (Alsintan) untuk 4 kelompok tani di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Lago, Muara Telang, Sumber Marga Telang dan Banyuasin II, masing-masing 4 unit handtractor, 4 unit mesin pencacah dan 4 unit mesin rumput.

 

Di tempat yang sama, Juhardi, petani di Desa Bunga Karang membenarkan minimnya teknologi yang digunakan dalam mengelola lahan, hingga membuat hasil sawah mereka rendah. Dengan adanya bantuan ini, mereka cukup optimis bisa maksimal memproduksi beras

Teks     : Diding Karnadi

Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster