Kasat Pol PP Banyuasin Dipaksa Mundur

 486 total views,  2 views today

pol-pp

Polisi Pamong Praja

BANYUASIN|KS-Dengan berpakaian seragam lengkap, puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Banyuasin, melakukan aksi demontrasi di halaman kantor Pol PP,  Kamis (26/9)

Informasi yang berhasil dihimpun, puluhan anggota Sat Pol PP Banyuasin yang didominasi para THL (Tenaga Harian Lepas) ini menuntut agar Kasat (Kepala Satuan) Pol PP Banyuasin, Adriansyah mudur dari jabatan sebagai Kasat.

Mereka menilai Kasat Pol PP, tidak bisa bekerja sama dan tidak bertanggung jawab dengan bawahannya,  “Kasat Pol PP tidak bisa bekerja sama, Kasat Pol PP juga tidak bisa memperjuangkan kesejahteraan  Sat Pol PP banyuasin, ” kata Bustani, salah satu anggota Sat Pol PP Kabupaten Banyuasin.

Selama ini jelasnya, Kasat Pol PP terkesan tidak terbuka. Anggaran Pol PP selama ini tidak jelas dan selalu ditutup – tutupi,  selain itu  Kasat Pol PP tidak punya nyali. “Maka dari itu kami malu sebagai anggota Pol PP, karena tidak ada kontribusi nyata terhadap masyarakat Banyuasin,” ungkapnya.

Masih menurut Bustani,  ia merasa heran  mengapa bagian sekretariat mendapatkan beban kerja sedangkan Pol PP tidak, padahal mereka satu atap. “Dengan demikian , berarti Kasat Pol PP tidak mampu memperjuangkan kesejahteraan anggota. Kasat Pol PP juga lebih mementingkan dirinya sendiri, bukan itu saja Kasat Pol PP tidak berani dan tidak tegas menghadapi permasalahan yang ada di lapangan. Harusnya,  sebagai Kasat memperhatikan keluhan anggotanya, peka terhadap permasalahan yang dihadapi oleh anggotanya, bukan diam saja,” cetusnya.

Terpisah Kasat Pol PP Kabupaten Banyuasin, Ardianyansah saat di konfirmasi di ruangan kerjanya mengatakan,  ia tidak mempermasalahkan dengan aksi yang dilakukan oleh bawahannya itu. “Kalau mereka melakukan aksi, ya tidak apa – apa. Semua itu sah –sah, saja sebab negara kita negara  demokrasi,” ucapnya.

Adriansyah menambahkan, ia siap turun apabila mereka mau mengganti pimpinan. “Kalau mereka mau ganti pemimpin, saya siap turun. Sebab semua ini bukan kemauan saya, yang pasti saya selaku pemimpin sudah menjalankan tugas saya,” tegasnya.

Kalu masalah beban kerja kata dia, memang hanya sekretariat yang dapat itupun tidak banyak hanya Rp 50 ribu per hari. “Saya sudah berusaha mengajukan semua ke dewan, dan pimpinan  karena semua kebijakan tergantung juga dengan  anggaran yang tersedia. Memang untuk saat ini gaji THL untuk angkatan baru Rp 800 ribu/ bulan dan untuk THL lama Rp 1 juta/ bulan dibayar setiap tanggal 1 tiap bulannya,” ujarnya.

Sementara Asiten I Pemkab Banyuain, Husnan Bhakti saat dihubungi mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan persoalan tersebut kepada bupati. “Soal anggaran untuk BK, kendaraan dinas, dan gaji Pol PP adalah kewenangan Pemkab Banyuasin,” tukasnya.

Teks     : Diding Karnadi
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster