Harga Kakao Mulai Membaik

 281 total views,  2 views today

Kakao

Kakao

PAGARALAM, KS-Dalam sepekan terakhir, harga kakao di Pagaralam mulai membaik. Kondisi ini, membawa berkah dan angin segar bagi para petani kakao. Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, Kamis (26/9), harga jual kakao saat ini mencapai Rp18 ribu per kg padahal sebelumnya hanya  berkisaran Rp14 ribu-Rp 16 ribu  per kg.

Sejumlah petani kakao yang dibincangi mengaku, kenaikan harga kakao tersebut sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. “Membaiknya harga kakao ini, saat ini membantu petani untuk mengimbangi harga sembako yang terus mengalami kenaikan paska kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi beberapa waktu lalu,”  kata Riduan (48), petani kakao, warga Dusun Muara Siban,  Kelurahan Muara Siban, Kecamatan Dempo utara, kemarin.

Menurut dia, dengan adanya kenaikan harga kakao sebenarnya sudah berlangsung sejak satu bulan lalu secara berangsur-angsur. Namun  tidak menunjukan kenaikan harga yang begitu signifikan.

Meski begitu menurutnya, tidak menutup kemungkinan harga kakao akan naik lagi jika melihat kondisi  kakao saat ini yang mulai masuk pada ujung tahun. Sebab jelas Riduan, biasanya pada penghujung tahun, hasil panen mulai berkurang  sedangkan permintaan pasar semakin banyak.

“Jika melihat pengalaman di tahun-tahun  sebelumnya, menjelang bulan haji banyak orang yang membutuhkan kakao yang sudah diolah menjadi bubuk untuk campuran pembuatan roti atau kue lebaran, layaknya seperti kue-kue yang terpajang di toko penjual kebutuhan lebaran,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk penjualan biji kakao yang telah dikupas tidak begitu sulit dan bisa dengan mudah dijual ke pasaran baik dalam kondisi masih basah maupun sudah kering. “Buah kakao sudah dikupas, bisa langsung  kita jual ke pasar meskipun dalam kondisi basah, tapi harganya tidak semahal biji kakao kering,”terangnya.

Hal senada diucapkan Hairil (35) petani lainnya, tanaman kakao ini menurutnya memiliki banyak kelebihan dibandingkan tanaman lain, karena buah kakao masak atau siap panen tidak serentak. Sehingga membutuhkan waktu agak panjang sebelum buah siap di panen.

Sementara tanaman kopi yang merupakan komoditi andalan, biasanya para petani melakukan panen dengan cara serentak, bahkan ada sebagian petani tidak membedahkan yang mana buah matang maupun yang belum siap di panen.

“Keunggulan buah kakao tidak mengenal musim, termasuk tidak mudah terserang penyakit. Sementara posisi buah basah dan kering dalam kondisi sudah dikupas siap untuk dijual, kapan saja dikala kita mau,” sebutnya.

Teks     : Antoni  Stefen

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster