Harga Daging Ayam Meroket

 342 total views,  2 views today

Ilst. Daging Ayam

Ilst. Daging Ayam

KAYU AGUNG, KS-Harga daging ayam di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), saat ini meroket. Kondisi ini, membuat masyarakat menjadi resah.  Pantauan Kabar Sumatera, Kamis (26/9), dalam sepekan terakhir terjadi lonjakan harga daging ayam potong.

Informasi yang dihimpun, mahalnya harga daging ayam potong tersebut disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya pakan ayam yang harganya naik, juga karena sulitnya mendapatkan stok daging ayam.

Marni, salah satu pedagang ayam potong di Kayu Agung mengaku, dalam sepekan terakhir harga ayam potong meroket hingga harga Rp38 ribu per kg. Padahal sebelumnya kata Marni, harga daging ayam potong tersebut hanya Rp28 ribu per kg.

“Sudah satu minggu ini, harga daging ayam potong naik sekitar Rp10 ribu. Saat ini harganya per kg Rp38 ribu, padahal sebelumnya hanya Rp28 ribu per kg.  Kenaikan harga ayam potong ini, salah satu penyebabnya karena minimnya stok daging ayam dan naiknya harga pakan makanan ayam potong,” jelas Marni ketika dibincangi, kemarin.

Ia mengaku, dengan kenaikan harga daging ayam potong tersebut membuat banyak masyarakat menahan diri untuk membeli. Sehingga ia kata Marni, kesulitan untuk menghabiskan daging ayam potong yang di jualnya di Pasar Kayu Agung. “Masyarakat sekarang, lebih memilih membeli ikan dibandingkan ayam potong. Karena harga ikan lebih murah yakni Rp17 ribu per kg,” ucapnya.

Walaupun demikian, ia tetap menjalankan bisnisnya karena memang ada langganan yang setiap hari membeli daging ayam potong kepadanya. Langganan tersebut, merupakan para pedagang rumah makan dan warung makan kecil yang setiap hari membeli daging ayam yang di jualnya.

Ia berharap kepada pemerintah terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, agar dapat memberikan jalan keluar mengatasi kenaikan harga ayam yang terlampau tinggi saat ini. “Kalau harganya terus seperti ini, kami akan merugi. Karena masyarakat pasti enggan membeli,” keluhnya.

Sementara salah satu pemilik warung makan di Kayu Agung, Sukri mengaku terpaksa mensiasati kondisi tersebut. Menurutnya, walau harga daging ayam potong naik Rp10 ribu per kg tetapi mau tidak mau ia harus tetap membeli.

Sebab sebut Sukri, rumah makan nya tetap harus menyediakan menu ayam untuk pelanggannya. “Sekarang harganya jadi Rp38 ribu per kg, padahal seminggu lalu Rp28 ribu per kg. Dengan kondisi ini, kita terpaksa menaikkan harga menu ayam ke pelanggan jika tidak bisa rugi,” imbuhnya.

Ia mengaku, tidak tahu sebabnya kenapa harga daging ayam potong di Kayu Agung bisa meroket. “Yang pasti, kami berharap Pemkab OKI bisa menekan kenaikan ini. Jika tidak, pedagang seperti kami ini bisa gulung tikar,” harapnya.

Teks     : Emil Hidayat

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster