Bupati OI Panen Raya di Desa Kamal‪

 137 total views,  3 views today

Bupati Ogan Ilir H Mawardi Yahya Saat melakukan panen raya di Desa Kamal Kecamatan Pemulutan Barat, kemarin

Bupati Ogan Ilir H Mawardi Yahya Saat melakukan panen raya di Desa Kamal Kecamatan Pemulutan Barat.

INDERALAYA|KS-Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Ir H Mawardi Yahya, Kamis (26/9), secara langsung, melakukan Panen Raya di Desa Kamal, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir.

Panen raya yang merupakan  bibit hasil bantuan pemerintah, tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 20 ton.

Tahun 2012 lalu, panen raya yang dilakukan di Kecamatan Muara Kuang, tercatat hanya menghasilkan  40 ton beras. Sedangkan tahun ini di Kecamatan Pemulutan Barat tepatnya di Desa Kamal berhasil mendapatkan 60 ton beras. Artinya, tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 20 ton.

Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Perbuntan), Kabupaten  Ogan Ilir, Wawan Wiguna, Sp  didampingi, Kabid Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Diah Fitriani, dalam kesempatannya mengatakan, naiknya hasil produksi padi dari bibit bantuan pemerintah ini, tidak terlepas dari kondisi iklim yang tahun ini sangat baik dari tahun sebelumnya.

“Tahun lalu  musim kemarau melanda Kabupaten Ogan Ilir dan  membuat hasil panen tidak sesuai harapan,” ujarnya.

Ia menambahkan,  padi  yang di panen raya ini merupakan satu dari  60 hektar padi sawah tadah hujan milik masyarakat Desa Kamal, Kecamatan Pemulutan Barat  yang tergabung di tiga kelompok petani. “Padi yang dipanen ini merupakan bibit padi Varietas Bestari yang mulai di tanam pada Juni lalu. Proses panen sendiri tahun ini terbilang cepat, dimana di bantu alat bantuan pemerintah berupa Combin Harvester. Dalam satu hari bisa melakukan panen seluas 3 hektar,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Ogan Ilir, H. Mawardi Yahya mengatakan, untuk meningkatkan hasil panen rakyat di Kabupaten Ogan Ilir khususnya Kecamatan Pemulutan Barat, harus dicermati pemanfaatan bibit padi yang sesuai dengan kondisi alam.

Menurutnya, kondisi alam yang ada di Pemulutan Barat sangat tepat menggunakan sistem tanam pasang surut.  Untuk itu, pemerintah terus berupaya mencarikan bibit atau benih unggul  agar hasil panennya meningkat dan waktu tanamnya pendek.

“Kalau melihat kondisi lahan kita yang tergantung dengan kondisi alam, tidak memungkinkan untuk melakukan panen tanaman padi ini setahun dua atau tiga kali. Karena, habis panen ini, besar kemungkinan lahan ini akan digenangi air yang tentunya bias mencapai satu meter,” ungkapnya.

Bupati berharap agar para petani dapat memanfaatkan waktu usai panen dengan menanam kedelai,  agar tidak terjadi kesenggangan waktu.

“Paling tidak lahan yang ada bisa dimanfaatkan. Sementara itu juga  daerah pematang bisa dipakai untuk tanaman sawit. Yang jelas, bagi petani padi ini, harus bias-bisa memanfaatkan peluang, dan pemerintah tetap akan terus membantu,” tuturnya.

Panen Raya padi varietas Bestari ini adalah kegiatan  pemanfaatan hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN), kerjasama PDIN-BATAN dan dinas Perbuntan Kabupaten Ogan Ilir 2013.

Acara tersebut juga  dihadiri langsung Ir. Tri Susotio, MM, Kepala Balai Pusat Pengembangan dan Pengujian Ketahanan Pangan yang sekaligus mewakili Dirjen Ketahanan Pangan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dari pusat yaitu berupa Combin Harvester 3 unit, Mesin Penggiling padi 4 unit dan Hand traktor 4 unit. Sementara Pemkab OI juga memberikan bantuan berupa Power Threeser mesin perontok gabah sebanyak 10 unit. Setelah itu Bupati didampingi Kadis Perbuntan langsung melakukan panen raya.  (ADV)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com