Wartawan Ancam Boikot ISG

 306 total views,  2 views today

Dihadang - Tampak seorang panitia ISG sedang menunjukkan ID Card resminya kepada seorang polisi yang bertugas di gate utama Jakabaring Sport City (JSC), kemarin. Walau sudah menunjukkan ID resmi beberapa panitia dan wartawan masih tidak diperbolehkan masuk dengan kendaraannya.

Dihadang – Tampak seorang panitia ISG sedang menunjukkan ID Card resminya kepada seorang polisi yang bertugas di gate utama Jakabaring Sport City (JSC), kemarin. Walau sudah menunjukkan ID resmi beberapa panitia dan wartawan masih tidak diperbolehkan masuk dengan kendaraannya.

PALEMBANG | KS-Perhelatan Islamic Solidarity Games (ISG) di Jakabaring Sport City (ISG), sedikit tercoreng dengan ulah aparat keamanan yang menjaga pintu gerbang JSC. Pasalnya, mereka melarang wartawan untuk masuk ke kompleks JSC untuk melakukan peliputan.

Merasa kerjanya di halang-halangi, puluhan jurnalis ini melakukan aksi damai dengan menggantungkan ID Card Pers ISG yang dikeluarkan panitia. Mereka pun mengancam akan melakukan aksi boikot untuk meliput ISG.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, aksi puluhan wartawan ini dilakukan karena adanya tindakan diskriminasi oleh aparat keamanan dan panitia ISG. Dengan alasan go green, mereka melarang jurnalis untuk masuk menggunakan sepeda motor.

“Kita tidak mempermasalahkan, kalau kita memang di larang dengan alasan go green dan hanya mobil yang berstiker khusus yang boleh. Namun, panitia pun harus menyediakan fasilitas bus yang memadai di dalam kompleks JSC. Inikan. kita harus menunggu lama dulu kalau mau naik bus, sementara tidak semua bus juga mengantarkan ke sejumlah venue,” jelas Hariyanto, salah satu wartawan dalam aksinya di depan gerbang kompleks JSC.

Ia menerangkan, sebelumnya tidak ada pelarangan tersebut. Namun tiba-tiba, kemarin, aparat keamanan dari kepolisian yang menjaga pintu gerbang JSC bertindak over acting. Mereka melarang wartawan, untuk menggundakan kendaraanya di dalam kompleks JSC. Alasannya itu, perintah langsung Kapolda Sumsel.

Namun kebijakan yang diterapkan aparat keamanan itu menurutnya, justru diskriminatif. Bagaimana tidak, pihak panitia tidak memberlakukan peraturan itu secara ketat. Artinya, masih banyak kendaraan-kendaraan yang tidak berstriker yang diizinkan masuk dan bebas berkeliaran di dalam kompleks JSC. Tidak heran, hal itu terjadi karena keputusan panitia yang plin-plan dan selalu berubah-ubah.

“Terhitung terjadi empat kali perubahan dalam kebijakan ini. Artinya kan tugas panitia ini sudah tidak benar, padahal kita juga bekerja untuk mensukseskan perhelatan ISG ini,” tegasnya.

Namun aksi puluhan jurnalis ini, tidak berlangsung lama. Karena hal itu dilakukan, sebagai bentuk kekecewaan dan rasa solidaritas mereka atas kejadian yang sempat menimpa rekan-rekannya.

Merek pun akhirnya membubarkan diri, setelah mendapatkan jaminan tidak ada larangan lagi bagi wartawan untuk menggunakan kendaraan bermotor untuk meliput pelaksanaan ISG.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Kabag Ops Polresta Palembang, wartawan diperbolehkan masuk dengan menunjukkan ID Card mereka. Kita jamin hingga ISG ini selesai, mereka diperbolehkan masuk,” kata Bripka R Marbun, Bagian Ops Polresrta Palembang yang menjaga pintu gerbang utama.

Teks     : Sadam Maulana/Jadid Ulul Albab

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster