Perkara Dugaan Money Politik Kompol Sonny Terus Disidangkan

17 total views, 3 views today

Ilst. Money Politic

Ilst. Money Politic

KAYUAGUNG, KS–Sidang lanjutan perkara dugaan money politik dalam Pemilukada Kabupaten Ogan Komering Ilir( OKI) 6 Juni 2013 dengan terdakwa Kompol Sonny Triyanto SH, SIK, MH dengan agenda pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi) kembali digelar di Pengadilan Negeri Kayuagung,  Rabu (25/9) kemarin.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Sobandi SH dengan hakim anggota Frans Effendi Manurung dan Fitria SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Naimullah SH, MH dan rekan.

Penasehat Hukum terdakwa, Advocat Chairil Syah SH dalam nota pembelaannya  setebal 16 halaman menanggapi dan tuntutan jaksa menyatakan kliennya telah terbukti melanggar pasal  117 ayat 2 Undang-undang (UU) nomor  32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah sebagaimana telah diubah dalam uu no 12 tahun 2008, dituntut pidana 6 bulan penjara denda 5 juta subside tiga bulan dengan masa percobaan 8 bulan.

Menurutnya,  JPU telah keliru memberikan kesimpulan dengan menyatakan terdakwa melakukan tindak pidana sebaimana pasal 117 ayat 2 UU Ri no 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, sebab berdasarkan keterangan saksi-saksi dipersidangan, terdakwa tidak meminta kepada para saksi agar para saksi memerintahkan atau meminta kepada warganya untuk memilih atau tidak memilih calon bupati.

Pada saat di RM Nuasa Indah terdakwa tidak menjelaskan bagaimana cara para saksi melakukan dukungan untuk kemenangan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Fakta persidangan, tidak ada satu saksipun yang menerima uang yang menyatakan setelah menerima uang para saksi mengajak atau memerintahkan warganya untuk memilih pasangan calon tertentu.

Menurutnya, para saksi dalam keterangan pokoknya menerangkan, dalam pertemuan di Rumah Makan Nuansa Desa Tugu  Mulyo Kecamatan Lempuing pada tanggal 4 Juni 2013, terdakwa meminta doa restu dan dukungan untuk pasangan calon bupati OKI nomor urut 4.

Jika berdasarkan fakta-fakta persidangan, maka tidak ada satupun saksi yang menerangkan bahwa terdakwa tidak sesekalipun meminta kepada para saksi untuk memilih pasangan calon tertentu, apakah pernyataan meminta doa restu dan dukungan sama dengan permintaan untuk supaya tidak memilih atau memilih pasangan tertentu.

Pengacara ini berpendapat, kedua pernyataan tersebut sangatlah tidak identik, tidak pula dapat diterjemahkan secara bebas bahwa meminta doa restu dan dukungan sama dengan permintaan supaya memilih maupun tidak memilih.

Perumusan unsure pasal 117 ayat 2 UU termaksud sangatlah limitative yang harus secara jelas dan tegas dibuktikan apakah terdakwa secara matriil melakukan perbuatan tersebut sebagaimana dimaksud dalam pasal tersebut, lalu atas dasar fakta persidangan yang manakah sampai kemudian JPU berkesimpulan terdakwa terbukti bersalah.ujarnya.

Oleh sebab itu secara yuridis, pihaknya menyatakan bahwa perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur-unsur dengan sengaja memberikan atau menjanjikan uang atau materi lainnya kepada seseorang supaya tidak menggunakan hak pilihnya, atau memilih pasangan tertentu sehingga suaranya tidak sah.

Kami meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini hendaknya dapat menyatakan terdakwa Kompol Sonny Triyanto tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal  117 ayat 2 UU 32 tahun 2004 dan membebaskannya dari segala tuntutan dan memulihkan haknya, ujar pengacara yang biasa dipanggil Caca ini.

Dalam pembelaannya, Chairil syah juga menyebut bahwa JPU tidak melakukan pemanggilan atau menghadirkan Romli selaku Camat Mesuji Makmur dan Pembina kepala desa Mesuji Makmur yang telah merekayasa dan atau memerintahkan saksi Mujiat Juworiyo untuk melaporkan terdakwa kepanwaslu OKI, sebagai saksi dalam perkara ini dengan menggunakan barang bukti pengganti.

Oleh sebab itu kami penasehat hukum terdakwa menilai dalam perkara ini terdakwa telah dijadikan korban atas konspirasi saudara Romli dan pihak-pihak yang tidak menyukai terdakwa. Usai mendengarkan pledoi terdakwa, Majelis Hakim kemudian menunda sidang satu pekan kedapan, selasa (1/10) untuk mendengarkan tanggapan jaksa atas pledoi terdakwa,

Teks: Emil Hidayat

Editor: Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com