Warga Keluhkan Debu Jalan Bukit Munggu

 456 total views,  2 views today

Ilst. Debu Jalanan

Ilst. Debu Jalanan

MUARAENIM I KS-Pelaksanaan proyek pengaspalan di jalan Bukit Munggu Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim saat ini baru sampai di ampar batu split saja untuk menimbun jalan yang rusak dan berlobang.Namun debu yang dihasilkan dari pecahan material batu tersebut bertebaran kemana-mana. Hal ini sangat mengganngu warga sekitar dan pengguna jalan yang sedang melintas.

Berdasarkan pantauan Kabar Sumatera di lokasi, Selasa (24/9) kemarin, terlihat tebaran debu itu terjadi mulai dari jalan dari sisi timur, tepatnya sesudah kantor Diklat PT BA hingga sekitar Lingkungan Bedeng Kresek. Bahkan di daerah itu tanah bercampur material batu pecah ikut terbawa ban kendaraan roda empat, termasuk mobil-mobil yang keluar masuk tambang, seperti transport PT Pama.

Material batu pecah bercampur pasir itu, menurut sejumlah warga, setelah digilas dengan alat berat tersebut tidak di siram air. Sehingga yang terjadi adalah debu bertebaran saat ada kendaraan roda empat melintas. Keadaan tersebut sangat mengganggu warga terutama di pinggir jalan tersebut. “Apalagi di pinggir jalan itu juga banyak kegiatan usaha, baik warung makan dan toko kelontong” tutur Sigit (30), salah seorang warga Bukit Munggu Tanjung Enim kepada Kabar Sumatera.

Sebaiknya PT BA, kata dia,  bisa menstop dahulu kendaraan-kendaraan perusahaan yang melintas sebelum selesai proyek pengerjaan pegaspalan selesai dilakukan. “Ini kan baru di ampar batu split saja, tapi sudah banyak kendaraan keluar masuk tambang.Tak jarang mereka melaju dengan kecepatan tinggi, inikan sangat membahayakan warga, terutama anak-anak kecil yang berada di sekitar jalan tersebut,” terang Sigit.

Senada dituturkan warga lain, Mulyono (35),   selain banyak debu, pecahan material batu split tersebut juga sangat membahayakan pengendara motor yang sedang melintas. Karena material tersebut belum sepenuhnya padat dengan badan jalan dan bisa membuat pengendara terjatuh terpleset. Seperti yang ada di tebingan simpang tiga bukit Munggu, material batu tersebut dibiarkan begitu saja, tidak digilas dengan alat berat. Hal ini jelas sangat membahayakan warga yang melintas dengan sepeda motor. “Seminggu yang lalu saja saya hampir jatuh ketika melintas di gedongan” tutur Mul.

Dirinya berharap, PT BA segera mempercepat kegiatan pengaspalan jalan Bukit Munggu tersebut. Dan menegur kontraktor yang tidak maksimal mengerjakan proyek tersebut. Sehingga tumpukan pecahan batu tersebut tidak dibiarkan begitu saja bertebaran.

“Kami berharap PT BA bisa cepat melakukan pengaspalan dan menegur kepada kontraktor agar menyelesaikan penggilasan material yang ada di tebingan bukit tersebut. Warga juga mengharapkan ada penyiraman air di jalan tersebut setiap hari,” pungkasnya.

Teks : Siswanto

Editor: Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster