Voli Pantai Putri Tanpa Medali

Ilst. Voli Pantai

Ilst. Voli Pantai

PALEMBANG | KS-Akibat jumlah peserta dibawah minimun, Cabang Olahraga (Cabor) Voli Pantai putri Islamic Solidarity Games (ISG) III 2013, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipertandingkan pada 25-28 September dipastikan bakal tanpa medali.

Kabar ini diketahui berdasarkan hasil Technical Meeting (TM) yang dilakukan panitia penyelenggara dengan Chief De Mission (CDM) masing-masing negara peserta di venue Voli Pantai, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Selasa (24/9) kemarin pagi.

Ketua Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Slamet Mulyanto mengatakan, dengan hanya menyertakan tiga peserta, maka tak akan ada medali bagi pemenang voli pantai putri.

“Hingga kita menggelar TM pada hari ini (kemarin-red) hanya ada tiga peserta dari dua negara yang memastikan ikut. Indonesia dua tim dan Malaysia mengirim satu tim. Situasi ini jelas tidak memungkinkan karena tidak sesuai dengan aturan yang dibuat Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF),” ungkapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan peraturan ISSF, jumlah minimun peserta untuk menggelar suatu pertandingan di ISG ialah empat tim. Ini, kata Slamet, sudah dikurangi dari peraturan awal yang mengharuskan ada delapan peserta disetiap cabor yang dipertandingkan.

“Awalnya jumlah minimal peserta untuk mengikuti suatu pertandingan cabor itu adalah delapan yang kini dikurangi menjadi empat. Nah, sementara peserta tim putri berjumlah tiga. Itupun dari dua negara,” jelasnya.

Dengan demikian, voli pantai putri yang tetap dipertandingkan tidak akan dibatalkan. Bergulir sesuai jadwal, namun tidak bersifat resmi melainkan laga eksebisi. Sebagai penghargaan, para atlet hanya akan menerima sebuah sertifikat dan maskot. “Semua tim putri akan menerima sertifikat dan maskot,” ujarnya.

Mengenai penyebab mengapa minimnya peserta di tim putri voli pantai, Slamet mengaku tak mengetahui dengan pasti apa alasannya. “Kita tidak tahu soal itu. Namun bisa jadi karena waktu yang tergolong mepet membuat para peserta yang tadinya ingin ikut membatalkan diri.  Lagi pula awalnya voli pantai sempat tidak akan dipertandingkan,” paparnya.

Sementara atlet voli pantai Indonesia, Nanda Ragillia mengaku tak berkecil hati sekalipun cabor olahraga yang diikutinya hanya ada tiga tim. Dia mengatakanm akan tetap tampil fight untuk meraih hasil maksimal sekaligus sebagai ajang pemanasan sebelum mengikuti event terdekat.

“Bulan depan (Oktober-red) kami akan mengikuti sebuah kejuaraan. Jadi ajang ISG ini akan kita maksimalkan sebagai persiapan agar dapat tampil lebih baik lagi.  Kita berjanji akan tetap tampil maksimal,” kata Nanda yang diamini rekan satu timnya, Riski Dwi Andriani.

Jika pada tim putri jumlah peserta tergolong minim, namun beda halnya dibandingkan tim putra. Pada cabor voli pantai, tercatat ada sepuluh tim dari tujuh negara yang akan bertarung memperebutkan satu medali emas. Rinciannya, Indonesia, Oman dan Qatar dengan utusan dua tim, sementara Malaysia, Uganda, Kuwait, Palestina masing-masing dengan satu tim.

Untuk kontingen Indonesia, akan mengandalkan atlet-atlet yang telah memiliki jam terbang tinggi dan kualitas terbaik tanah air. Indonesia 1 dengan pasangan Koko Prasetyo D./Ade Candra Rahmawan dan Indonesia 2, Fahriansyah/Muhammad Bastomi.

Pool A

1.      Indonesia (INA) 1 (Koko Candra)

2.      Oman (OMA) 1 (Ahmed/Haitman)

3.      Qatar (QAT) 1 (Abdel Aziz/Tamer)

4.      Palestina (PLE) (Omar/Ziad)

5.      Kuwait (KUW) (Abdul Wahab/Jasem)

Pool B

1.      Indonesia (INA) 2 (Fahriansyah/Tomi)

2.      Malaysia (MAS) (Faiz Putra/Rafi)

3.      Qatar (QAT) 2 (Ashif/Mahmoud)

4.      Oman (OMA) 2 (Badar/Hassan)

5.      Uganda (UGA) (Dickens/Ambrose)
TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com