Perda Tentang Pasar Modern Rancu

 215 total views,  2 views today

PERDA

KAYU AGUNG,KS-Banyaknya pasar modern yang membeludak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dinilai sangat merugikan masyarakat kecil khususnya  para pedagang manisan, tidak tanggung-tanggung, pasar modern yang dikemas dalam mini market meroket hingga di pelosok desa.

Pantauan Kabar Sumatera di lapangan, melihat dan memperhatikan dari data Badan Perizinan dan Penanaman modal (BPPM) Kabupaten OKI tahun 2012, saat itu jumlah pasar moder yang dikemas dalam mini market sudah mencapai 51 unit.

Hingga memasuki tahun 2013 ini jumlah mini market tersebut terkesan terus bertambah bahkan sampai ke pelosok desa, misalnya di Burnai Timur, Pedamaran dan lain-lain, para pedagang sangat resah karena pemerintah dinilai sangat egois karena tidak dapat meminalisir pertumbuhan pasar modern tersebut.

Menurut Arin warga Burnai Timur  saat ini pihaknya sangat kesusahan lantaran pertumbuhan mini market ini seakan tidak ada batas dan terus tumbuh hingga pelosok desa. Bayangkan saja dulu mini market hanya berada di Pasar Bunut saja dan dalam satu tahun ini mini market di daerah ini sudah bertambah dua dengan jarak yang cukup dekat.

Menurutnya Pemkab OKI harusnya dapat meminalisir jumlah perizinan mini market tersebut. Jadi kami sebagai pedagang manisan juga dapat mencari makan, akibat tidak ada batas perizinan untuk mini market tersebut pihaknya menilai peraturan perda tentang pasar modern tersebut dinilai rancu.

Ia berharap kepada pemerintah terkait agar mendengarkan aspirasi kami sebelum semuanya terlambat dan dinas terkait dapat memberikan aturan pasti tentang jarak dan sasaran dalam mendirikan sebuah pasar modern  terkhusus di Kabupaten OKI.

Sementara itu menurut Kepala BPPM OKI melalui Drs.Alamsyah kepala bidang perizinan, masalah Perda tentang pasar modern belum dapat diterapkan dan masih dalam proses. Mengenai pasar modern yang dikemas dalam bentuk mini market tersebut mereka semua mempunyai izin karena sebelum mendirikan pasar modern tersebut harus melengkapi syarat izin mulai dari kades, camat dan lain-lain.

Ia menambahkan jika semua syarat tersebut lengkap maka tidak ada alasan untuk melarang mereka, ujarnya.

Teks: Emil Hidayat

Editor: Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster