Barang Ilegal Miliar Rupiah Dimusnahkan

 253 total views,  2 views today

obat-obatan

obat-obatan

PALEMBANG, KS-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), memusnahkan barang ilegal berbagai jenis yang bernilai miliar rupiah di halaman Kantor BPOM, di Jalan Gubernur HA Bastari, Jakabaring, Palembang, Selasa (24/9).

Kepala BBPOM , Indriati Tubagus mengatakan, barang yang di musnahkan tersebut di dapatkan dari hasil razia yang digelar oleh BPOM. Barang tersebut menurutnya di sita dan di musnahkan karena tidak memiliki izin edar dan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. “Barang yang kita musnahkan hari ini (Selasa), adalah produk hasil sitaan dari Januari – Agusutus yang bernilai miliyaran rupiah,”ucapnya.

Adapun barang yang di musnahkan diantaranya produk pangan, kosmetik dan obat-obatan mengandung bahan berbahaya seperti obat keras, obat tradisional  dan lainnya yang sudah masuk kategori publik warnning dan tidak memiliki izin edar (layak edar) yang berasal dari industri rumah tangan dan pabrik.

Tercatat ada 14 penyalur, yang  mendapatkan rekomendasi  penutupan sementara kegiatan (PSK). “Mereka (toko) ini sudah berulang-berulang kali kedapatan menjual dan  mengedarkan produk berbahaya sehingga kita berikan PSK. Sedangkan untuk penjual baru, hanya produknya yang kita sita sembari dilakukan pembinaan,” jelasnya.

Nah, pemusnahan yang dilakukan tersebut hanya sebagian kecil dari barang ilegal yang yang berhasil di sita oleh BPOM. Ia memastikan, BPOM akan kembali melakukan pemusnahan kembali produk ilegal tersebut.

“Bulan ini, kita akan kembali melakukan pemusnahan dari produk yang kita sita di bulan ini. Ada ratusan produk yang kita sita, umumnya adalah produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya,” ucapnya.

“Pada Juni lalu, kita juga memusnahkan produk-produk hasil sitaan di pasar bedug di Palembang saat ramadhan lalu. Saat itu, produk yang di musnahkan adalah makanan dan minuman yang di dominasi oleh mie basah dan tahu yang mengandung formalin,”sambungnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel, Taufik Husni mengatakan, perlindungan terhadap konsumen di Palembang masih terbilang rendah. Menurutnya,  tidak hanya produk pangan hingga kosmetik yang di keluhkan warga tetapi banyak persoalan-persoalan lain yang juga di keluhkan warga.

“Perhari, ada sekitar 30 pengaduan yang kita terima. Dari pengaduan itu, di dominasi oleh sektor properti (perumahan), yakni pembangunan perumahan murah yang ditawarkan oleh deplover tidak sesuai dengan kesepakatan awal,”jelasnya.

 

Disusul keluhan masyarakat terhadap kenaikan tarif  dasar listrik (TDL). “Fasilitas pelayanan publik yang  masih sangat minim baik transportasi  darat, udara maupun sungai. Barulah kemudian disusul obat-obatan dan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster