Pastikan Hewan Qurban Kondisinya Sehat

 228 total views,  4 views today

qurban

Ilst. Qurban

PALEMBANG, KS-Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP2K) Palembang, akan mengecek semua hewan qurban yang diperdagangkan untuk Hari Raya Idul Adha mendatang. Kepala DP2K Kota Palembang, Harrey Hadi menyebut, mereka sudah membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas memastikan hewan qurban yang diperdagangkan tersebut dalam kondisi sehat.

Menurut Hari, satgas ini terdiri dari dokter hewan dan petugas dari empat unit teknis pelaksana teknis daerah (UPTD) yang meliputi Sekojo, Seberang Ulu, Talang Betutu, dan Gandus.

“Setiap hari mereka berkeliling, memeriksa kesehatan hewan qurban. Ini guna memastikan hewan untuk qurban,  benar-benar sehat sehingga kalau hewan terjangkit berbahaya seperti antrak dan jemberan cepat diketahui,”kata Hari ketika dibincangi, kemarin.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan yakni dengan antimorfen dan fosmorfin. Untuk umur hewan ternak yang sesuai, bisa dilihat dari kesehatan gigi bawahnya. “Kalau sapi harus dua tahun, kambing 1,5 tahun. Terkadang kami temukan sapi India yang besar dan sehat, tapi usianya kurang dari dua tahun. Ini harus dipahami pedagang dan masyarakat, yang akan membeli hewan qurban,”ulas dia.

Dosen Pertanian Universitas Satyakirti ini menyebutkan, saat ini pasokan sapi di Palembang sebanyak 2500 ekor perhari. Suplai sapi ini didatangkan dari Lampung. Sementara untuk penggemukkan sapi, saat ini tercatat ada 25 peternak lokal yang tersebar di kawasan pinggiran kota, diantaranya di Sako dan Talang Keramat.  “Harga jual hewan qurban ini antara Rp10juta –Rp12juta perekor. Harga bisa naik, tapi tidak akan lama langsung stabil,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Balai Penyuluh Peternakan DP2K Kota Palembang, Dessi CM menambahkan, empat UPTD yang ada ini sudah membawahi peternak-peternak lokal yang tersebar di wilayah Palembang.

Dipastikan, hewan yang dipantau kesehatannya diutamakan ternak-ternak lokal tersebut. “Pedagang dadakan di pinggir-pinggir jalan itu sudah menjadi show room dari para peternak sendiri, itu untuk memudahkan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sesuai,” ujarnya.

Dessi  mengimbau kepada pengelola masjid untuk memeriksakan kesehatan hewan qurban yang sudah ada melalui pihaknya. Meski diakuinya, pemotongan hewan di luar rumah potong hewan (RPH) seperti di masjid ini tidak dikenakan retribusi, tapi laporan kesehatan dan pemotongan tetap diperlukan.  “Kami menunggu mereka minta memeriksakan hewan qurban di lokasi masjid. Kami siap turun,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster