Guru Lanjut Usia akan Disertifikasi

 264 total views,  2 views today

sertifikasi-guru

Islt. Sertifikasi

PALEMBANG | KS-Banyaknya keluhan dari berbagai guru agama baik di sekolah reguler maupun madrasah memang menjadi salah satu tugas bagi Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel untuk mengatasinya. Namun, Kemenag Sumsel juga mengantongi persyaratan mutlak untuk mendahulukan sertifikasi guru agama di Sumsel. Menurut Drs. Fauzie, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Sumsel bahwa hingga saat ini faktor usia menjadi salah satu acuan mereka untuk melakukan sertifikasi guru agama.

“Proses melakukan sertifikasi kita berbeda dibandingkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), karena kita mengacu pada Kemenag pusat secara langsung. Kita lebih mendahulukan sertifikasi guru agama yang usianya lebih tua dahulu,” ujarnya kepada Koran Kabar Sumatera, Minggu (22/9).

Patokan usia memang menjadi harga mutlak bagi Kemenag Sumsel dalam memproses sertifikasi para guru di Sumsel. Dimana mereka melakukan penggiliran sertifikasi dan itu pun dilihat dari tahun kelahiran guru tersebut. Untuk saat ini, mereka sedang menggarap sertifikasi guru agama dengan tahun kelahiran 1968 hingga 1969. Jika di tahun ini masih ada guru dengan tahun kelahiran tersebut belum mendapatkan jatah sertifikasi, maka dialihkan ke tahun berikutnya.

Kendati demikian, para peserta sertifikasi juga harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti minimal berpendidikan Strata 1 (S-1), mengajar dengan masa tugas minimal lima tahun, mengikuti Pendidikan Pelatihan dan Profesi Guru (PLPG) yang digelar selama 10 hari.

“Kami juga melihat sebatas mana kemampuan para guru tersebut, mereka juga harus mengikuti Uji Kompetensi Awal (UKA). Kalau mereka tidak lulus, terpaksa harus mengikuti UKA tahun depan,” lanjutnya.

Tahun ini ada sebanyak 400 orang guru yang sedang mengikuti UKA. Kebanyakan pesertanya merupakan para guru agama yang berasal dari sekolah swasta dan madrasah di Sumsel. Berdasarkan data, ada sekitar 3.000-an guru agama di Sumsel yang terdiri dari guru agama negeri dan swasta. Untuk guru agama negeri, sudah sekitar 60 pesen yang sudah tersertifikasi, untuk guru swasta baru ada sekitar 16.000 yang belum mengikuti sertifikasi.

Untuk itu, mereka memberikan imbauan kepada para guru agama yang masih muda dan belum mendapatkan panggilan PLPG untuk sertifikasi agar lebih bersabar. “Diutamakan memang guru yang lebih tua, karena jatah masa mengajar mereka kan lebih sedikit dibandingkan guru yang lebih muda. Nanti pasti semuanya akan mendapatkan giliran sertifikasi, karena sudah ada di waiting list,” urainya.

Drs. Widodo, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel menuturkan dalam waktu dekat mereka akan melakukan koordinasi dengan pihak Kemenag Sumsel.

“Kita sudah mendengar keluhan dari guru agama di Sumsel, bahwa sampai saat ini mereka belum juga mendapatkan panggilan untuk mengikuti sertifikasi. Nanti, kita akan melakukan koordinasi terhadap Kemenag Sumsel dan menanyakan tentang hal apa yang menghambat sertifikasi ini berlangsung. Karena untuk guru agama memang di bawah tanggung jawab Kemenag Sumsel, bukan Disdik Sumsel,” urainya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster