Telat Panas Sang Timnas

 181 total views,  2 views today

rahmad-darmawan

Rahmad Darmawan

PALEMBANG | KS-Dilihat dari hasil yang diraih pada laga perdana cabang sepakbola Islamic Solidarity Games (ISG) III 2013, pelatih timnas Indonesia, Rahmad Darmawan mengaku cukup puas. Menang tipis 1-0 atas Maroko, Kamis (19/9), setidaknya membuat peluang timnas Garuda melangkah lebih jauh kini terbuka lebar.

Untuk memastikan satu tempat ke babak semifinal, Indonesia tinggal memetik satu kemenangan lagi saat bertemu Palestina pada laga terakhir penyisihan grup B ISG di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Selasa (24/9) mendatang.

Ini dengan catatan, jika Palestina menang atas Maroko pada Sabtu (21/9) hari ini. Namun jika tidak, maka Indonesia hanya membutuhkan satu angka saja untuk mengunci satu tiket melaju ke fase semifinal.

“Kemenangan di partai awal bisa dibilang peluang kita paling besar di antara tim lain di grup B. Namun bukan berarti kita akan melaluinya dengan mudah. Apalagi jika permainan seperti melawan Maroko tidak segera dibenahi akan sangat sulit kita menaklukkan Palestina,” ujar Rahmad.

Rahmad menjelaskan, saat melawan Maroko permainan yang ditunjukkan Indonesia masih jauh dari kata maksimal. Sebab, selain pola serangan diterapkan tidak berjalan dengan baik, pertahanan Indonesia juga kerap keteteran saat mendapat serangan secara bergelombang.

Belum lagi jika melihat pada kondisi kebugaran. Kondisi Kurnia Meiga Cs nampak tak mampu tampil konsisten selama 90 menit akibat fisik para pemain kendur. Pekerjaan yang tentunya wajib segera diselesaikan sang Entrenador.

“Mulai dari kondisi kebugaran, taktik, semua belum saya anggap belum maksimal. Saya harap saat melawan Palestina kita dapat tampil lebih baik lagi,” harap pelatih yang juga menukangi Arema Cronous ini.

Untunglah, sebelum meladeni Palestina skuad Merah Putih memiliki jedah yang cukup untuk memperbaiki diri. Dalam tempo tiga hari, RD (sapaan Rahmad) menjamin permainan dari timnya akan lebih baik lagi.

Dengan kemungkinan semua pemain terbaik berada dalam kondisi fit 100 persen, akan banyak alternatif yang dapat diterapkan sang arsitek. Seperti nama-nama yang belum mentas layaknya Oktovianus Maniani, Johan Ahmad Alfarizi, Sunarto maupun pemain lainnya yang belum diturunkan bisa dijadikan kartu As andai ingin melakukan rotasi.

“Semua pemain punya peluang sama besar untuk diturunkan. Tinggal lagi siapa yang kita anggap paling siap dari segi kebutuhan, taktik maupun kondisi kebugaran,” tukas mantan juru taktik Sriwijaya FC (SFC)

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster