Sepuluh Hari Sekali Dievaluasi

 216 total views,  4 views today

anggaran

Ilst.

PALEMBANG, KS-Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang, optimis dapat merealisasikan pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tahun 2013.

Keyakinan itu disampaikan Kepala Dispenda, Agus Kelana melalui Kepala Bidang (Kabid) PBB dan BPHTB, H Oktoriyanis Mahmud. Ia menyebut, sampai kemarin realisasi pendapatan dari PBB sebesar Rp52,7 miliar atau 63,09 persen dari target PBB tahun 2013 sebesar Rp83,5 miliar.

“Sedangkan pendapatan dari BPHTB, sudah terealisasi Rp 51,6 miliar atau 66,13 persen dari target sebesar Rp80,5 miliar,”kata Oktoriyanis yang dibincangi Kabar Sumatera di ruang kerjanya, Jumat (20/9).

Ia menyebut, untuk merealisasikan target dari dua sektor pajak tersebut, Dispenda melakukan langkah-langkah yang strategis, yakni dengan cara memberikan evaluasi kepada setiap kelurahan dan Kecamatan yang ada di Kota Palembang sepuluh hari sekali.

“Kami kumpulkan camat dan lurah, untuk pencapaian target yang telah ditentukan oleh pihak kami di daerah tersebut. Sehingga hal tersebut, bisa mempercepat penerimaan pajak di setiap kecamatan tersebut,”akunya.

Menurut Oktorianis, untuk memberikan semangat bagi kelurahan dan kecamatan agar cepat merealisasikan pajaknya, Dispenda memberikan reward dan panismen.  “Bagi kelurahan dan kecamatan telah realisasikan pajak 100 persen sebelum jatuh tempo sampai 30 september, akan di berikan hadiah yang menarik.  Sedangkan bagi yang terlambat, akan di berikan denda sebesar dua persen dari pajak,”ucapnya.

Adapun, persentase pencapaian pajak kecamatan yang paling rendah menurutnya, adalah Kecamatan Ilir Barat (IB) I, dengan persentase pencapaian baru 32,85 persen dari target Rp 7,4 miliar. Sedangkan kecamatan yang paling tinggi pencapaian pajaknya, adalah kecamatan Ilir Timur (IT) I dengan persentase pencapaian sebesar 47,17 persen dari target sebesar Rp10,1 miliar.

“Banyak faktor yang menyebabkan lambannya realisasi pajak di kecamatan ini, misalnya wajib pajak (WP) berada di luar kota dan tingkat kesadaran WP rendah karena perekonomian, dan masih banyak lagi penyebab lainnya,”bebernya.

Oktorianis berharap, masyarakat bisa sadar pajak, demi perkembangan dan pembangunan Kota Palembang ini. “Uang pajak dari rakyat dan akan kembali ke rakyat juga, maksudnya dengan berbagai pembangunan,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster