Pelajar Kritik Kinerja Anggota Dewan

 170 total views,  2 views today

Ilst. DPR

Ilst. DPR

PALEMBANG, KS-Kinerja anggota dewan selama ini, sering mendapatkan kritik dari masyarakat. Bagaimana tidak, walau bergelimang dengan fasilitas namun berbagai kasus hukum sering menjerat para wakil rakyat tersebut terutama yang ada di Senayan, Jakarta.

Kritik ini juga di lontarkan oleh pelajar di Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) II, Palembang, Imron. Kritik itu disampaikan Imron, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dihadiri anggota DPR RI dari Fraksi PPP, Ahmad Yani, Jumat (20/9) di MAN II Palembang.

“Anggota dewan itu, harusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Namun bagaimana mau di contoh, jika berbagai kasus korupsi dan hukum justru banyak menjerat anggota dewan,” ungkap Imron.

Menjawab kritik tersebut, Ahmad Yani, tidak mengelak adanya berbagai kasus hukum yang menyerang para wakil rakyat di DPR RI. Namun kata politisi asal Sumsel ini, tidak semua anggota dewan terjerat korupsi.

“Dari 650 anggota DPR RI, hanya 10 persen saja yang terjerat kasus hukum. Ini kan inidividu yang melakukan pelanggaran hukum, kalau lembaga DPR tetap lah lembaga yang bersih tapi kalau di fraksi PPP yang terjerat kasus korupsi langsung dipecat,” ungkapnya.

Ia menyebut, yang melakukan korupsi karena orang tersebut selalu akan kurang apa yang telah didapatkan. Padahal gaji anggota dewan, mencapai Rp 60 juta per bulan. Itu jelasnya, belum lagi insentif yang diterima oleh anggota dewan.

“Bagi saya, uang yang saya terima sudah cukup untuk menjalani hidup. Tapi saya menilai mereka yang melakukan korupsi, karena tidak puas apa yang telah dimiliki. Dengan kata lain selalu kurang apa yang sudah diberikan Allah SWT,” ucapnya.

Disinggung apakah sosialisasi empat pilar kebangsaaan ini, adalah bagian dari sosialisasinya sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI pada pemilihan umum legislatif (pileg) 2014? Yani membantahnya.

Menurutnya,  sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada pelajar tersebut tujuannya untuk menanamkan pentingnya hidup bernegara dan berbangsa dengan berpoman pada Pancasila, UUD 1945, dan lainnya.

“Karena pelajar adalah generasi pemimpin masa datang, maka dari itu dalam menjalani kehidupan dalam diri pelajar harus ditanamkan sifat-sifat yang patuh dengan perintah agama dan UUD,” katanya

“Sosialisasi seperti ini, sudah saya lakukan sejak empat tahun lalu. Jadi ini bukan, sosialisasi saya sebagai caleg. Karena saya tidak kampanye kapada masyarakat, maupun pelajar,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster