Pasokan Listrik Dijamin Aman

 302 total views,  2 views today

listrik

ilst. Listrik | net

PALEMBANG, KS – Warga Palembang dan sekitarnya, diminta tidak perlu mengkhawatirkan masalah listrik selama perhelatan Islamic Solidarity Games (ISG) digelar di Palembang, 22 September hingga 1 Oktober mendatang.

Sebab, PT  PLN telah menyiapkan pasokan listrik berkapasitas 60 megawatt. Pasokan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik, yang besar selama pelaksanaan ISG, terutama pada saat berlangsungnya  pembukaan ISG.

Demikian ditegaskan GM PT. PLN  (Persero) Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB), Paranai S. “Tak usah khawatir, pasokan listrik selama ISG diharapkan berjalan dengan normal. Sebab secara teknis, kami telah menyiapkan  pembangkit CNG,” kata Paranai S, Kamis (19/9).

Selama ISG sebutnya, kawasan Jakabaring Sport City (JSC) memerlukan daya listrik antara 10 hingga 15 megawatt. Sehingga, kebutuhan akan listrik ini tidak akan menemui kendala yang berarti mengingat untuk kawasan tersebut disediakan listrik sebesar 60 megawatt.

Paranai menambahkan, beban di Sport Centre daerah Jakabaring khusus untuk ISG diperkirakan hanya menggunakan 10 hingga 15 megawatt. “Jadi sangat cukup dan selain itu support dari sistem yang sudah cukup baik. Dari 150 KV maupun 70 KV dan kita sudah punya gardu hubung yang mampu menghimpun jaringan dari gardu-gardu induk untuk masuk ke Jakabaring,” katanya dibincangi usai audiensi dengan gubernur di Griya Agung.

PLN berharap keadaan listrik Sumsel khususnya selama ISG, berjalan lancar mengingat event ISG adalah event yang mempertaruhkan nama baik Indonesia khususnya Sumsel di mata dunia.

“Sudah di instruksikan oleh pak gubernur, untuk memastikan listrik ini berjalan lancar dan kita upayakan. Untuk itu semuanya sudah siap, termasuk mengenai antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Disinggung mengenai apakah ada efek terhadap kawasan sekitar dari penggunaan listrik di Jakabaring, pihaknya mengatakan bahwa even ISG tidak akan berpengaruh pada listrik di daerah sekitarnya mengingat dari 60 megawatt tersebut kalaupun dipakai secara bergantian atau seiring pun masih cukup.

“Artinya, tak ada masalah. Bahkan kami juga sudah mengantisipasi lewat sistem yang mampu menyuplai listrik ke lokasi. Total kita secara keseluruhan untuk Sumsel ada 600 MW tapi power secara total 1650 MW. Listrik di WS2JB secara total 1200 MW, dipakai di Sumsel 600 MW kemudian di Bengkulu 110 MW, Jambi sekitar 200 MW, dan sisanya masuk ke Lampung,” bebernya.

Bagaimana kalau ada gangguan?, kalaupun ada gangguan sebutnya, dalam sekian jam sudah bisa diperbaiki. Kebutuhan listrik pertahun itu rata-rata dinilai melalui  angka elestisitas. Jika bicara pertumbuhan ekonomi 6 persen maka perkiraan pertumbuhan listrik itu sekitar 9 hingga 10 persen.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan bahwa keadaan listrik Sumsel saat ini terlebih menjelang ISG jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan kelistrikan pada saat SEA Games 2011 lalu.

“Jadi, lebih baik dan lebih siap. Karena pada saat SEA Games lalu kita mendatangkan 3 genset besar untuk membantu kebutuhan daya listriknya namun sekarang tidak lagi karena sudah siap semuanya,” jelas Alex.

Saat ini, sambungnya, surplus listrik kita 600 megawatt tapi di Pagaralam masih sering mati lampu begitu juga dengan OKU Selatan, termasuk juga Empat Lawang. “Maka dari itu Pemerintah Provinsi Sumsel akan membantu bersama dengan pemerintah kabupaten/kota dan ini disambut gembira oleh PLN. Intinya suplai dari Sumsel ini melalui interkoneksi 600 megawatt dan sangat tidak masuk akal kalau masih ada kabupaten/kota yang masih sering padam,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster